KIJA lampaui target, marketing sales tumbuh 13% pada 2025

Selasa, 10 Februari 2026

image

JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat marketing sales real estat sebesar Rp3,6 triliun sepanjang 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2), capaian tersebut melampaui target Rp3,5 triliun dan tumbuh 13% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp3,19 triliun. Kenaikan didorong permintaan lahan industri di Cikarang dan Kendal.

Manajemen menyampaikan, kontribusi Cikarang mencapai Rp1,1 triliun, naik 5% secara tahunan, dari penjualan lahan seluas 21,2 hektar. Tanah matang menyumbang Rp567,4 miliar, sedangkan produk tanah dan bangunan Rp365,4 miliar, termasuk pabrik siap pakai serta residensial komersial.

Investor asing mendominasi 52% transaksi di Cikarang, terutama dari Korea dan China. Transaksi terbesar meliputi penjualan 6 hektar lahan kepada perusahaan Korea sektor personal care dan 4 hektar kepada perusahaan Indonesia untuk data center.

Sementara itu, kawasan Kendal mencatat marketing sales Rp2,51 triliun dari 142 hektar lahan, naik 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Investor asing menyumbang sekitar 89% nilai transaksi, mayoritas berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Penjualan terbesar berasal dari sektor ban, bahan bangunan, furnitur, dan kemasan.

“Melihat tren permintaan yang tetap kuat, Jababeka menargetkan marketing sales Rp3,75 triliun pada 2026, terdiri dari Rp1,25 triliun dari Cikarang dan Rp2,5 triliun dari Kendal, yang seluruhnya produk industri,” ujar manajemen. (DH)