FTSE tunda rebalancing saham RI, menanti hasil reformasi BEI

Selasa, 10 Februari 2026

image

JAKARTA – FTSE Russel menunda perubahan komposisi atau rebalancing saham-saham Indonesia dalam indeks untuk periode Maret 2026.

Langkah itu serupa dengan keputusan yang diambil oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) akhir Januari 2026 lalu, akibat isu kepemilikan saham hingga pembentukan harga dinilai kurang transparan.

Dalam keterangan yang disampaikan Senin (9/2) kemarin, FTSE Russel menyebut keputusan ini sejalan dengan masukan dari komite penasihat eksternal, serta mempertimbangkan potensi perputaran transaksi (tunover) yang merugikan.

Penyesuaian batas minimum free float di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tengah berlangsung, juga menjadi alasan bagi FTSE untuk menunda rebalancing.

“FTSE Russell akan terus memantau perkembangan rencana reformasi tersebut dan akan memberikan pembaruan, sebelum tanggal pengumuman tinjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 pada Jumat, 22 Mei 2026,” tulis pengelola indeks global tersebut.

Dalam masa penundaan ini, FTSE Russel tidak akan melakukan penambahan, penghapusan, perubahan segmen indeks, free float, bobot investabilitas, dan rights issue pada saham-saham asal Indonesia.

Namun FTSE Russel tetap akan mengambil sikap jika ada penghapusan konstituen, akibat aksi korporasi seperti merger & akuisisi, suspensi, kebangkrutan, hingga delisting.

FTSE Russel menegaskan, penundaan rebalancing ini tidak berkaitan dengan klasifikasi Indonesia, yang saat ini berada di kelompok Secondary Emerging Market.

“Pengumuman klasifikasi negara ekuitas berikutnya akan dilakukan pada 7 April 2026 sesuai jadwal,” ungkap FTSE Russel.

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI telah menggelar pertemuan dengan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan batas minimum free float dan transparansi pembentukan harga saham di bursa.

Langkah ini adalah bagian dari reformasi pasar modal Indonesia, agar memenuhi standar global dan proposal dari MSCI dan mempertahankan posisi Indonesia di Emerging Market. (KR)