BBTN cetak laba Rp3,5 triliun, saham terkerek 2,79% di tengah sesi I
Selasa, 10 Februari 2026

JAKARTA – Realisasi laba bersih PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terkerek 16,4% dari Rp3 triliun di tahun 2024 menjadi Rp3,5 triliun di tahun 2025. Pertumbuhan laba bersih disertai kenaikan distribusi kredit dan dana pihak ketigak (DPK).
Dari materi analisis meeting BTN yang dikutip Selasa (10/2), total pinjaman dan pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp400 triliun, terkerek 11,9% dari tahun 2024 sebesar Rp358 triliun. Realisasi itu memperkuat tren kenaikan segmen ini dalam lima tahun terakhir sejak 2021.
Pada 2021, misalnya, emiten ini mencatatkan total pinjaman dan pembiayaan sebesar Rp275 triliun, naik menjadi Rp298 triliun pada 2022, dan terkerek menjadi Rp334 triliun di tahun 2023.
Total deposito tercatat senilai Rp437 triliun pada 2025, terkerek 14,6% dari tahun 2024 sebanyak Rp382 triliun. Segmen ini juga mencatatkan penguatan dalam lima tahun.
Pada 2021, total deposito tercatat sebesar Rp296 triliun, naik menjadi Rp322 triliun pada 2022 dan total deposito mencapai Rp350 pada tahun 2023.
Sementara itu, Bank BUMN ini mampu menaikkan rasio pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) ke posisi 4,2% atau melesat 133 basis point (bps) dari NIM tahun 2024 di level 2,9%.
Di tahun 2021, emiten ini mencatatkan NIM di level 4%, naik menjadi 4,4% di tahun 2022, dan melandai ke level 3,8% di tahun 2023.
Di sisi lain, saham emiten ini terkerek 2,79% atau Rp35 menjadi Rp1.290 per saham pada sesi I pukul 10.20 WIB. Sejak sepekan sahamnya naik 5,1% atau Rp65 dan sejak awal tahun ini harga saham menguat 11,21%. (LK)