CEO Amazon akui dampak tarif, harga produk perlahan naik

Selasa, 10 Februari 2026

image

JAKARTA - Kenaikan harga mulai muncul di platform Amazon seiring dampak kebijakan tarif impor 10% dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

CEO Amazon, Andy Jassy mengakui biaya tambahan akibat tarif kini perlahan diteruskan ke konsumen.

Dikutip yahoo finance, berbicara kepada CNBC di sela World Economic Forum di Davos, Swiss, Jassy mengatakan pembeli sudah mulai merasakan perubahan harga.

"Para pembeli 'mulai merasakan dampak yang lebih besar' karena biaya terkait tarif mulai terlihat pada harga."

Menurutnya, tekanan harga menjadi perhatian utama bagi perusahaan ritel besar tahun ini. "Tahun ini, orang-orang memikirkan banyak hal, tetapi yang paling utama bagi banyak dari kita, termasuk salah satu peritel terbesar di dunia, adalah tekanan harga pada konsumen di tengah agenda tarif pemerintahan Trump."

Sejak tahun lalu, Amazon bersama para penjual pihak ketiga berupaya menekan dampak tarif dengan menimbun stok lebih awal. Langkah ini sempat membantu menjaga harga tetap stabil. Namun, ketika persediaan tersebut habis, beban biaya mulai terlihat di label harga.

"Banyak penjual pihak ketiga kami melakukan penyiapan barang di jaringan pemenuhan pesanan kami karena alasan yang sama." "Jadi Anda mulai melihat beberapa tarif masuk memengaruhi harga, beberapa barang."

Sebagian penjual memilih menaikkan harga untuk menutup biaya, sementara lainnya menyerap kenaikan demi menjaga permintaan. Dengan ratusan juta produk dari sekitar dua juta penjual, tekanan biaya dinilai sulit dihindari. Jassy menilai model bisnis ritel dengan margin tipis membuat perusahaan tak punya banyak ruang untuk menyerap kenaikan ongkos.

"Pada titik tertentu, karena bisnis ritel, seperti yang Anda ketahui, memiliki margin operasi di kisaran angka tunggal menengah, jika biaya orang naik 10%, tidak banyak tempat untuk menyerapnya. Anda tidak memiliki pilihan yang tak terbatas."

Meski begitu, Amazon tetap berupaya menjaga harga tetap kompetitif melalui kerja sama dengan mitra distribusi dan penjual. "Itu selalu menjadi fokus kami."

Di sisi konsumen, perilaku belanja mulai berubah. Pembeli cenderung memilih produk lebih murah, berburu diskon, dan menunda pembelian barang non-esensial.

Sebaliknya, kebutuhan sehari-hari justru meningkat berkat layanan pengiriman yang lebih cepat.  "Secara keseluruhan, saya rasa konsumen Amazon telah mendapatkan pengalaman yang baik. Tapi, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi." (DH)