BEI akan temui MSCI dan FTSE, pastikan bursa ikuti standar global
Selasa, 10 Februari 2026

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan melanjutkan dialog bersama Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) pada Rabu (11/2) besok.
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya telah menyampaikan proposal kepada MSCI pada pertemuan 5 Februari kemarin, yang berisi perluasan kategori investor, pengungkapan shareholder di atas 1%, serta implementasi peningkatan free float.
“Itu yang akan kita diskusikan di hari Rabu nanti,” jelas Jeffrey dalam konferensi pers Senin (9/2) kemarin.
“Kita juga ingin mendengar apakah ini sudah fit dengan metodologinya MSCI atau masih ada hal-hal teknis yang perlu kita sesuaikan,” imbuh Jeffrey, merujuk pada proposal yang disampaikan oleh MSCI akhir bulan lalu.
Dalam proposal tersebut, MSCI menunda rebalancing saham asal Indonesia karena alasan transparansi kepemilikan saham dan pembentukan harga di BEI. Penyedia indeks global asal Amerika Serikat (AS) ini bahkan membuka peluang pemindahan posisi Indonesia, dari Emerging Market ke Frontier Market jika tidak ada perbaikan dari regulator.
Setelah pertemuan bersama MSCI, BEI juga akan menjalin komunikasi dengan penyedia indeks global lain seperti FTSE Russel.
“Hal yang sama juga akan kami sampaikan ke FTSE, apakah ini sesuai dengan metodologinya,” ungkap Jeffrey.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, FTSE Russel baru saja merilis pengumuman yang menunda rebalancing saham-saham Indonesia dalam indeks mereka, sebelum ada kepastian terkait reformasi pasar modal yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
“Pengumuman klasifikasi negara berikutnya akan dilakukan pada 7 April 2026 sesuai jadwal,” tulis FTSE Russel, menekankan bahwa penundaan ini tak mengubah klasifikasi Indonesia yang saat ini berada di Secondary Emerging Market. (KR)