Emiten data centre EDGE siap delisting setelah lima tahun di bursa

Selasa, 10 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Indointernet Tbk (EDGE), perusahaan data centre, telah mengungkapkan rencana aksi go-private atau voluntary delisting, sehingga sahamnya tak lagi terdaftar di papan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Sehubungan dengan hal ini, Perseroan telah melakukan pengajuan suspensi saham kepada Bursa Efek Indonesia,” ujar Donauly Elena Situmorang, Corporate Secretary EDGE, dalam surat tanggapan kepada BEI, Senin (9/1).

Merespon permintaan EDGE, BEI memberlakukan suspensi atau penghentian perdagangan sementara atas saham EDGE mulai hari ini, Selasa, 10 Februari 2026.

“Bursa memutuskan untuk melakukan Penghentian Sementara Perdagangan Efek Perseroan (EDGE) di Seluruh Pasar efektif mulai Sesi Pra-Pembukaan Perdagangan Efek tanggal 10 Februari 2026,” ujar pihak BEI dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/2).

Seminggu sebelum pengumuman aksi delisting, harga saham EDGE memang bergerak volatil.

Harganya melonjak pada awal Februari (2/2) lalu, naik 12,55% dalam sehari, sebelum merosot kembali hingga 7,88% dalam sepekan terakhir, dan ditutup di level Rp4.790 per lembar pada Senin (9/2).

Berdasarkan data BEI, hingga akhir Januari 2026, struktur pengendali saham EDGE terdiri dari Digital EDGE (Hongkong) Ltd dengan porsi 59,1%, serta Digital Edge (HK) SPVI Ltd 33%. Sementara itu, publik hanya memiliki 7,9% dari saham EDGE.

Sebagai catatan, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham EDGE adalah DEA Top Co Limited – atau entitas terasosiasi Digital Edge, perusahaan data centre Asia-Pasifik yang berbasis di Singapura.

Sebagai catatan, EDGE didirikan sebagai perusahaan penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) pada 1994, sebelum akhirnya berubah haluan menjadi perusahaan data centre pada tahun 2020.

EDGE kini merupakan bagian dari ekosistem Digital Edge, yang merupakan mitra dan investor strategis Perseroan sejak debutnya di pasar modal Indonesia pada 2021 lalu.

Terbaru, Digital Edge tengah mengembangkan kampus data centre terbaru di Bekasi, yang digadang-gadang akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, dengan kapasitas 500 megawatt (MW).

Gedung pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026, sementara gedung kedua dan ketiga ditargetkan siap pada paruh pertama tahun depan (Q1 2027). (ZH)