Easycash gaet AFTECH dan IARFC bikin MOJANG untuk literasi keuangan

Selasa, 10 Februari 2026

image

JAKARTA - PT Indonesia Fintopia Technology, atau biasa di kenal Easycash, meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan) sebagai upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.

MOJANG adalah produk atau inisiatif edukasi literasi keuangan yang diluncurkan oleh Easycash yang pengembangannya dilakukan melalui kerjasama atau kolaborasi dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo Djatmiko, menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi keuangan belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.“Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam sektor keuangan. Akses terhadap layanan keuangan menjadi semakin mudah dan cepat. Namun di balik kemudahan tersebut, kita juga dihadapkan pada paradoks di mana tingkat literasi keuangan belum tumbuh secepat tingkat inklusi keuangan,” ujar Nucky.Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai pengelolaan keuangan dan penggunaan produk keuangan digital.Tantangan literasi ini dinilai semakin relevan bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi, namun masih berada pada fase awal pengambilan keputusan keuangan.“Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan. Di sisi lain, mereka juga berada pada fase awal terkait pengelolaan keuangan,” katanya.Sebagai platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Easycash memandang literasi keuangan sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen dan pengembangan industri berkelanjutan.Easycash juga memperluas program literasi keuangan ke luar Pulau Jawa sebagai upaya mendukung pemerataan pemahaman keuangan masyarakat, sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, mengatakan inisiatif tersebut telah berjalan sejak dua tahun terakhir dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.“Kalau kita, dari dua tahun lalu, kita sudah punya kegiatan literasi keuangan di luar Jawa terutama. Dan memang salah satu yang diarahkan oleh OJK juga untuk meningkatkan literasi keuangan tidak hanya di Pulau Jawa, tapi di luar Jawa juga,” ujar Wildan kepada IDNFinancials.com saat sesi doorstop usai acara peluncuran MOJANG, kolaborasi Easycash, AFTECH, dan IARFC Indonesia, Selasa (10/2).

Menurut Wildan, Easycash telah melakukan kegiatan literasi secara langsung dan daring di sejumlah daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.“Kita keliling dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai ke Papua juga kita sudah datang. Yang kita implementasi ada sesi tatap muka offline dan kita juga ada sesi online,” jelasnya.Selain kegiatan edukasi langsung, Easycash juga memanfaatkan berbagai kanal digital untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.“Kita juga membangun konten-konten digital, sosial media, video, podcast. Itu kita buat supaya ada berbagai macam channel yang bisa diakses masyarakat yang punya pertanyaan, punya kekhawatiran, atau mungkin belum bisa membedakan mana yang ilegal dan mana yang berizin,” kata Wildan.

Ia menilai tantangan utama literasi keuangan saat ini bukan hanya pada tingkat pemahaman, tetapi juga pemerataan informasi dan sumber pengetahuan.“Yang perlu diberi sebelumnya adalah pemerataannya, pemerataan pengetahuan, dan juga sumbernya. Sumber pengetahuannya diambil dari mana,” ujarnya.Wildan mengungkapkan bahwa pertanyaan paling mendasar yang kerap muncul di berbagai daerah adalah soal perbedaan fintech berizin dan ilegal.“Pertanyaan seperti, yang berizin itu bedanya apa sih sama yang ilegal? Itu kita dapat di semua kota,” katanya.Menjelang periode Ramadan dan hari besar, Wildan menyebut konsumsi masyarakat umumnya meningkat, meski pihaknya belum merilis angka spesifik terkait pertumbuhan pinjaman.“Kalau secara angka, aku belum bisa kasih jawaban sekarang, tapi data operasional Easycash itu kita publikasikan secara rutin di website dan bisa diakses dengan mudah,” ujarnya.

Ia menegaskan, strategi Easycash tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga edukasi sebelum penggunaan produk.“Kita tetap lakukan akuisisi dan marketing, tapi kita imbangi dengan edukasi. Harapannya, sebelum ada penggunaan produk, sudah ada pemahaman dulu tentang literasi produknya,” kata Wildan.Menurutnya, penguatan literasi keuangan merupakan langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan industri fintech sekaligus melindungi konsumen.“Tujuannya supaya industri dan juga masyarakatnya bisa sustain. Dengan literasi yang makin kuat, diharapkan gagal bayar dan kesalahan penggunaan produk bisa kita mitigasi,” ujarnya.Wildan menambahkan, Easycash juga berinvestasi besar pada teknologi dan manajemen risiko.“Kita investasi besar di sistem, analisa risiko, dan teknologi, termasuk pengembangan AI untuk mengenali pola konsumsi dan profil risiko borrower,” katanya. (DK)