TBIG terbitkan surat utang, lunasi dua obligasi yang jatuh tempo

Selasa, 10 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menawarkan obligasi dan sukuk senilai total Rp1,72 triliun, yang dimulai Selasa (10/2). Dana hasil penawaran dua surat utang ini akan digunakan menutupi sebagian pokok obligasi yang jatuh tempo pada Februari 2026.

Dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (10/2), Helmy Yusman Santoso, Sekretaris Perusahaan TBIG menyampaikan bahwa perusahaan menawarkan Obligasi Berkelanjutan VIII Tahap III tahun 2026 senilai Rp1,06 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III tahun 2026 senilai Rp210 miliar.

Obligasi Berkelanjutan ditawarkan dalam tiga seri yakni, pokok obligasi Seri A sebesar Rp700 miliar dengan bunga 4,85% per tahun selama 370 hari; Seri B senilai Rp189 miliar dengan bunga 5,70% per tahun selama tiga tahun; dan Seri C sejumlah Rp173 miliar dengan bunga 6% per tahun selama lima tahun.

Dana dari hasil obligasi rencananya untuk membayar pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Seri A dengan saldo pokok Rp2,04 triliun per 23 Januari 2026. Adapun tingkat bunga nya di level 6,8% yang jatuh tempo pekan depan (22/2).

Jumlah yang akan dibayarkan dari nilai emisi obligasi senilai Rp1,05 triliun. Untuk sisa saldo pokok obligasi terutang akan dibayarkan dari sumber lain senilai Rp990,23 miliar, yang diperoleh dari nilai sukuk ijarah bersih senilai Rp208,54 miliar dan arus kas dari operasional.

Sementara untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan ditawarkan dalam dua seri yakni, nilai pokok sukuk Seri A Rp125 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp7,13 per tahun yang dihitung dari sisa imbalah ijarah Seri A atau Rp57 miliar per tahun selama tiga tahun. Seri B Rp85 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp5,1 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah Seri B sebesar Rp60 miliar per tahun selama lima tahun.

Dana hasil sukuk ijarah akan digunakan membayar sebagian pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap IV Seri A dengan saldo pokok Rp2,04 triliun per 23 Januari 2026. Tingkat bunga 6,80% per tahun yang jatuh tempo pada pekan depan (22/2).

Jumlah yang akan dibayarkan dari nilai sukuk sebesar Rp208,54 miliar. Sedangkan sisa saldo pokok yang akan dibayarkan senilai Rp1,83 triliun, yang sumbernya dari nilai obligasi bersih sebesar Rp1,05 triliun dan arus kas operasional. (LK)