BCA Syariah targetkan tumbuh double digit di 2026

Rabu, 11 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menargetkan pertumbuhan kinerja double digit pada 2026, mencakup pembiayaan, aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga profitabilitas.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.

"Strategi tersebut adalah penguatan fitur digital, ekspansi layanan ritel dan korporasi, serta strategi pembiayaan yang selektif untuk menjaga kualitas aset," ujar Yuli, dalam acara Media Update Kinerja Keuangan 2025: Innovate and Resilience yang digelar di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Selasa (10/2).

Dari sisi penghimpunan dana, BCA Syariah fokus memperkuat fitur layanan sesuai dengan segmen nasabah.

“Kalau untuk dana, strateginya tentu penguatan fitur. Untuk ritel melalui Bsya, kemudian untuk organisasi atau korporasi, dengan pengayaan fitur-fiturnya,” jelas Yuli.

Sebagai informasi, BCA Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba bersih tumbuh 15,4% secara tahunan menjadi Rp212 miliar, seiring total aset yang meningkat 15,4% hingga menembus Rp19,2 triliun.

Yuli mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) serta penyaluran pembiayaan yang berkualitas.

“Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain, dari peningkatan total aset. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan DPK dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” ujar Yuli.

Dari sisi pembiayaan, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,1% secsra tahunan menjadi Rp13,2 triliun.

Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun konsumer, seperti pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan emas. (DK)