Dana asing cabut US$9,79 miliar dari bursa saham Asia dalam sepekan
Rabu, 11 Februari 2026

JAKARTA - Arus keluar dana asing dari pasar saham Asia melonjak pada pekan pertama Februari, seiring tekanan global pada saham teknologi berpertumbuhan tinggi akibat kekhawatiran belanja modal terkait kecerdasan buatan (AI).
Dikutip reuters, berdasarkan data LSEG, investor asing mencatat penjualan bersih saham Asia senilai US$9,79 miliar pada pekan yang berakhir 6 Februari. Angka ini meningkat tajam dibandingkan penjualan bersih sekitar US$3,9 miliar sepanjang Januari. Tekanan terbesar terjadi di pasar Korea Selatan dan Taiwan.
Indeks Nasdaq Composite Amerika Serikat turun hingga 4,27 persen dalam sepekan, sementara saham Amazon merosot 12,11 persen di tengah kekhawatiran lonjakan belanja modal lebih dari 50 persen pada 2026. Kondisi tersebut memperburuk sentimen terhadap saham teknologi Asia.
“Pergeseran sentimen ini juga membebani saham-saham teknologi Asia,” tulis Nomura dalam laporannya. Investor asing mencatat penjualan saham Korea Selatan senilai US$7,48 miliar, berbalik dari arus masuk US$446 juta pada Januari.
Saham Taiwan juga mengalami penarikan dana asing bersih sebesar US$3,43 miliar, setelah sebelumnya mencatat arus masuk US$306 juta.
“Pergerakan saham minggu lalu, menurut pandangan kami, memperkuat pesan untuk mempertahankan diversifikasi dan keseimbangan dalam portofolio, terutama ketika posisi investasi di beberapa tema populer sudah terlalu ramai,” tulis Nomura.
Sementara itu, saham India mencatat pembelian bersih asing sebesar US$897 juta, didorong optimisme kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, investor asing menjual saham India senilai US$3,98 miliar pada Januari.
“Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa awan geopolitik yang menyelimuti pasar saham India, khususnya bagi investor asing, telah mereda,” kata Kepala Riset Saham Tunai APAC BNP Paribas, William Bratton.
Di kawasan Asia Tenggara, Thailand, Indonesia, dan Filipina masing-masing mencatat arus masuk dana asing sebesar US$332 juta, US$103 juta, dan US$23 juta. Sebaliknya, pasar saham Vietnam mengalami penjualan asing senilai US$236 juta. (DH)