Tertekan aksi jual asing, peluang IHSG menguat terbatas

Rabu, 11 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (11/2) hari ini, melanjutkan kenaikan yang terjadi sejak awal pekan ini.

Pada perdagangan Selasa (10/2) kemarin, IHSG tutup di level 8.131,74 setelah menguat 1,24% atau 99,86 poin. Namun di tengah penguatan ini, investor asing mencatatkan net sell Rp708,01 miliar di pasar saham Indonesia.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan sejumlah indeks di Wall Street dan aksi jual asing pada Selasa kemarin, berpotensi jadi sentimen negatif di pasar saham. Sementara kenaikan harga komoditas seperti timah dan nikel, berpotensi jadi sentimen positif bagi IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak akan bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.050/7.970 dan resist 8.215/8.295,” jelas analis CGS International.

Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah bertahan di atas level MA5. Penguatan indeks juga didukung histogram negatif pada indikator MACD yang menyempit, serta Stochastic RSI yang melanjutkan indikasi reversal.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.200-8.215 di perdagangan Rabu,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan hari ini.

Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG pada Selasa kemarin mendapat sentimen positif dari penundaan indeks FTSE Russel, yang tercermin dari penguatan saham blue chips seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

“Namun, penguatan belum sepenuhnya solid karena masih dibayangi net foreign sell Rp917 miliar di pasar reguler,” ungkap analis BRI Danareksa Sekuritas.

Meskipun demikian, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguat terbatas dengan support 8.000-8.040 dan resistance 8.200–8.214 pada perdagangan hari ini, didukung risk-off global yang telah reda dan serta perkembangan pertemuan lanjutan regulator dengan MSCI. (KR)