Indonesia dalami 8 blok tanah jarang, siapkan riset pengolahan
Rabu, 11 Februari 2026

JAKARTA - Indonesia mengidentifikasi delapan blok tambang dengan yang berpotensi menyimpan deposit elemen tanah jarang (Rare Earth Elements/RRE),
Pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan teknologi pengolahan pada dua di antara delapan blok mineral tersebut.
Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, mengatakan blok-blok itu berada di Kalimantan, Sulawesi, dan Bangka Belitung.
“Selain unsur tanah jarang, beberapa blok ini juga mengandung beberapa mineral lain, yaitu tungsten, tantalum, dan antimon, yang memainkan peran sangat besar dalam industri pertahanan,” kata Yuliarto kepada anggota parlemen, seperti dikutip Reuters.
Blok tersebut akan dikelola oleh perusahaan tambang milik negara yang baru dibentuk, Perminas.
Meskipun demikian, pemerintah belum merinci estimasi cadangan, namun potensinya diyakini cukup menjanjikan untuk bersaing dengan negara lain.
Dua proyek riset direncanakan berlangsung di Mamuju, Sulawesi Barat, dan akan berjalan paralel dengan persiapan eksplorasi tambang.
Sebagai catatan, Indonesia merupakan produsen nikel terbesar dunia dan eksportir timah terbesar, serta memiliki cadangan berbagai mineral kritis. Elemen tanah jarang saat ini digunakan untuk magnet pada kendaraan listrik, komponen ponsel, hingga sistem pertahanan. (DH/KR)