Usai insiden Bithumb, otoritas keuangan Korea perketat regulasi kripto
Rabu, 11 Februari 2026

JAKARTA - Bursa kripto Korea Selatan Bithumb secara tidak sengaja mengkreditkan lebih dari US$40 miliar Bitcoin ke ratusan akun nasabah akibat kesalahan input dalam program promosi.
Dikutip nypost.com, Insiden terjadi saat karyawan Bithumb mendistribusikan hadiah promosi senilai total 620.000 won Korea atau sekitar US$425. Namun nominal tersebut keliru dimasukkan dalam satuan Bitcoin, sehingga 620.000 Bitcoin tercatat di akun pengguna.
Kesalahan tersebut terdeteksi dalam hitungan menit karena jumlah Bitcoin yang dikreditkan melebihi cadangan perusahaan. Bithumb kemudian menghentikan perdagangan dan penarikan dana pada akun terdampak dalam waktu sekitar 35 menit, sesuai keterangan otoritas.
Sebelum pembatasan berlaku penuh, sebagian pengguna sempat menjual Bitcoin tersebut, memicu penurunan harga Bitcoin di platform Bithumb hingga 15%–17%, jauh di bawah harga di bursa lokal lainnya.
Otoritas keuangan menyatakan 86 nasabah berhasil menjual sekitar 1.788 Bitcoin sebelum pembekuan diberlakukan. Dana hasil penjualan sebagian ditarik ke rekening bank dan sebagian digunakan untuk membeli aset kripto lain.
Bithumb menyebut telah memulihkan 99,7% Bitcoin yang salah dikreditkan melalui pembalikan pencatatan internal dan pengembalian aset oleh pengguna. Namun sekitar 125 Bitcoin atau senilai US$9 juta masih belum berhasil dikembalikan dan akan ditanggung oleh perusahaan.
Dalam pernyataan resmi, Bithumb menegaskan insiden ini bukan akibat peretasan. “Kami ingin menegaskan bahwa masalah ini tidak ada kaitannya dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan, dan tidak ada masalah pada keamanan sistem maupun pengelolaan aset nasabah,” kata perusahaan.(DH)