Inflasi diperkirakan naik jelang Ramadan

Rabu, 11 Februari 2026

image

JAKARTA – Tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada Maret dan Juni 2026 didorong ekspektasi kenaikan harga selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Hal itu disampaikan Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) dari hasil Survei Penjualan Eceran BI dikutip Rabu (11/2).

Peningkatan inflasi pada Maret dan Juni 2025 tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) masing-masing 175,7 poin dan 156,3 poin, lebih tinggi dari IEH pada Februari dan Mei 2026 masing-masing 168,6 poin dan 154,5 poin.

Seiring dengan itu, hasil survei juga memperlihatkan penjualan eceran akan meningkat di Maret 2026, namun melandai di Juni 2026. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2026 berada di level 146,8 poin, naik dari IEP Februari 2026 di posisi 143,2 poin.

“Didorong peningkatan permintaan masyarakat seiring momentum Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.

Sementara itu, IEP pada Juni 2026 tercatat 135,4 poin, lebih rendah dari IEP pada Mei 2026 di level 145,0 poin. Penurunan ini dipengaruhi terbatasnya permintaan sejalan periode ujian sekolah dan minimnya event.

Seperti diketahui, IEH merupakan merupakan ukuran akan ekspektasi masyarakat tentang perubahan harga barang dan jasa di masa depan, yang diperoleh dari survei. Indeks ini membantu BI membuat kebijakan moneter dan menggambarkan kondisi ekonomi dalam tiga atau enam bulan ke depan. (LK)