Impor kontainer AS anjlok, perdagangan global hindari tarif Trump
Rabu, 11 Februari 2026

JAKARTA - Impor kontainer Amerika Serikat menutup 2025 dengan penurunan selama empat bulan berturut-turut, yang diperkirakan berlanjut pada 2026.
Data dari 10 pelabuhan terbesar menunjukkan volume impor pada Desember turun 6,4% secara tahunan menjadi 1,9 juta TEU, setelah sebelumnya turun 5,7% pada November.
Mengutip Bloomberg, analis pelayaran John McCown menyebut penurunan ini dipicu kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
“Penurunan pada tahun 2025 semata-mata disebabkan oleh tarif,” tulis McCown. “Sayangnya, saat ini tidak ada yang menunjukkan bahwa hal itu akan berlangsung singkat.”
Tarif impor yang menjadi ancaman dan bahkan telah diberlakukan AS mendorong mitra dagang utama seperti China dan Uni Eropa mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika, dengan memperluas perjanjian dagang dan mengalihkan rantai pasok.
Ekonom ING menyebut kondisi ini sebagai “penyesuaian global dan awal dari era baru.”AS, yang sebelumnya memimpin pertumbuhan pengiriman kontainer, kini tertinggal dari banyak wilayah lain.
Penurunan juga dipengaruhi aksi penimbunan barang pada paruh pertama 2025 untuk mengantisipasi tarif. Setelah tarif diberlakukan pada Agustus 2025 lalu, perusahaan memanfaatkan stok yang sudah ada sehingga permintaan pengiriman melemah pada paruh kedua tahun itu.
Pelabuhan Los Angeles mencatat kenaikan impor 3,3% pada semester pertama 2025, tetapi turun 4,2% pada semester kedua. Dalam empat pekan pertama 2026, volume kembali turun 2,2%.
McCown menyimpulkan bahwa pergeseran berlangsung cepat. “Pertumbuhan volume di sebagian besar wilayah tetap kuat dan perdagangan dunia terus berjalan tanpa AS.”
Meski impor Amerika Utara turun 3,9% pada November, sementara volume global naik 7,2%. Afrika mencatat kenaikan 25,3%, Timur Tengah-India 16,4%, Amerika Latin 14,6%, dan Eropa 11,3%.
Sejalan dengan hal ini, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala menyebut disrupsi perdagangan saat ini sebagai "yang terbesar yang pernah kita lihat dalam 80 tahun terakhir.”
Meski demikian, ia menilai pelaku usaha mulai menyesuaikan rantai pasok untuk menghadapi ketidakpastian.
Namun, analis Xeneta memperkirakan tarif pengiriman kontainer spot yang turun hingga Januari berpotensi terus melemah. Ekonom ING memperkirakan pertumbuhan perdagangan global 2026 hanya 0,5%–1%, lebih rendah dibanding 4,2% pada 2025. (DH/ZH)