Investor kecewa, saham Moody's hingga MSCI ambruk
Rabu, 11 Februari 2026

JAKARTA – Saham perusahaan pemeringkat dan pengelola indeks global kompak melemah pada perdagangan di Bursa Saham New York (NYSE) pada Selasa (10/2) kemarin.
Moody’s Corp. yang diperdagangkan dengan kode saham MCO turun 6,79% pada perdagangan Selasa. Penurunan ini terjadi tidak lama setelah saham perusahaan pemeringkat global ini, menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil ke negatif.
Sementara saham MSCI Inc. yang diperdagangkan dengan di NYSE dengan kode MSCI, turun 7,82% dalam sehari. Perusahaan pengelola indeks global ini, sebelumnya juga menahan rebalancing saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta membuka peluang penurunan peringkat Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market.
Di pasar saham New York, penurunan harga saham Moody’s dan MSCI terjadi setelah S&P Global Inc. merilis proyeksi laba 2026 yang lebih rendah dari ekspektasi analis.
Perusahaan intelijen pasar global itu, memproyeksi laba per sahamnya di kisaran US$19,4 hingga US$19,65 untuk tahun ini. Proyeksi ini lebih rendah US$20 dari konsensus analis yang dihimpun Bloomberg.
“Saham-saham tersebut memasuki periode rilis laporan keuangan, dengan sentimen yang relatif positif,” kata Brian Finneran di Truist Securities, seperti dikutip Bloomberg pada Selasa (10/20) kemarin.
Namun sejumlah lini bisnis S&P Global termasuk market intelligence, kata Finneran, mencatat kinerja pendapatan yang lebih rendah dari estimasi analis.
Saham S&P Global, yang diperdagangkan dengan kode SPGI pun turun 9,71% pada perdagangan Selasa.
Di sisi lain, saham perusahaan pemeringkat dan intelejen pasar telah menghadapi tekanan, akibat perubahan tren industri yang telah beralih menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Namun Chief Executive Officer S&P Global, Martina Cheung, mengaku perusahaan tetap melihat teknologi AI sebagai satu hal yang berpotensi mendorong kinerja di masa mendatang.
Sejak awal tahun ini, harga saham S&P Global telah turun 21,76%. Sementara harga saham MSCI telah turun 8,77% dan Moody’s turun 16,04%. (KR)