Presiden Iran: Tembok ketidakpercayaan AS hambat perundingan
Kamis, 12 Februari 2026

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir di tengah negosiasi yang belum pasti dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan Iran siap berunding dan membuka diri terhadap verifikasi internasional.
Dikutip theguardian, pernyataan itu disampaikan saat peringatan revolusi 1979, di tengah ketegangan dengan Washington dan ancaman aksi militer jika pembicaraan gagal. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut kemungkinan pengiriman kapal induk tambahan ke Timur Tengah.
Pezeshkian mengatakan Iran siap membahas program nuklirnya dan “siap untuk segala jenis verifikasi”. Namun, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) disebut belum dapat memverifikasi stok nuklir Iran selama berbulan-bulan.
Ia menuding hambatan perundingan berasal dari ketidakpercayaan terhadap Barat. “Tembok besar ketidakpercayaan yang telah dibangun Amerika Serikat dan Eropa melalui pernyataan dan tindakan mereka di masa lalu tidak memungkinkan pembicaraan ini mencapai kesimpulan.”
Terkait gelombang protes dan tindakan keras aparat, Pezeshkian menyatakan, “Kami merasa malu di hadapan rakyat. Kami berkewajiban untuk melayani semua pihak yang dirugikan dalam proses ini. Kami siap mendengarkan suara rakyat.”
Di sisi lain, ia tidak menanggapi tuntutan kelompok reformis yang meminta pembebasan pimpinan mereka yang ditahan. Pengacara menyebut para tokoh reformis ditempatkan dalam sel isolasi. Media yang dekat dengan aparat keamanan menuduh mereka melakukan makar.
Peringatan revolusi diwarnai aksi pro-pemerintah, termasuk pembakaran bendera AS. Namun, laporan juga menyebut adanya seruan anti-pemerintah dari sejumlah warga di Teheran. Serikat guru mengklaim 213 anak tewas dalam gelombang protes.
Dalam isu perundingan, Iran menyatakan siap membahas pengurangan pengayaan uranium. Namun Teheran menolak memasukkan program rudal balistik dalam agenda negosiasi, seperti yang diinginkan Israel dan didukung pernyataan terbaru Trump.
Pejabat keamanan nasional Iran, Ali Larijani, membuka peluang pembicaraan lebih luas jika negosiasi awal mengenai program nuklir sipil berjalan sukses. “Jika negosiasi saat ini dengan Amerika Serikat berhasil, negosiasi tersebut dapat diperluas dan diterapkan ke wilayah lain juga.” (DH)
Baca Juga: Amerika minta kapal-kapal komersial menjauh dari perairan Iran