Jelang kedatangan Netanyahu, AS tambah kapal induk hadapi Iran
Kamis, 12 Februari 2026

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah, menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington, DC.Dilansir dari Washingtonpost.com, Selasa (10/2), langkah tersebut berpotensi memperkuat opsi militer terhadap Iran jika perundingan bilateral yang dimulai pekan lalu berujung buntu.“Salah satu dari dua hal akan terjadi: kita membuat kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti terakhir kali,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios, merujuk pada serangan udara AS ke tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu, yang mengakhiri lebih dari sepekan serangan Israel.Trump menilai Teheran salah perhitungan. “Mereka tidak percaya saya akan melakukannya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Iran telah bermain terlalu jauh.Dalam sebulan terakhir, Amerika Serikat telah mengerahkan puluhan pesawat tempur ke pangkalan-pangkalan di sekitar Iran serta menempatkan sekitar selusin kapal perang di Timur Tengah, termasuk kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln.Opsi penambahan kekuatan laut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.Angkatan Laut AS belum memberikan kepastian terkait rencana tersebut. USS George H.W. Bush saat ini berada di lepas pantai Norfolk untuk latihan menjelang penugasan yang telah dijadwalkan sebelumnya, namun belum jelas kapan kapal induk itu dan kapal pendukungnya siap berlayar.Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan Presiden Trump menginginkan kesepakatan dengan Iran, namun tetap membuka seluruh opsi.“Presiden telah menunjukkan melalui serangan musim panas lalu dan pengerahan militer saat ini bahwa ia serius dan memiliki semua pilihan,” ujarnya melalui pernyataan tertulis.Ancaman eskalasi terbaru muncul setelah pertemuan antara utusan Trump dan pejabat senior Iran di Oman pekan lalu, kontak pertama sejak perundingan tahun lalu berakhir dengan serangan AS dan Israel.Pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan, dan belum ada jadwal lanjutan.Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump pada Rabu, dalam kunjungan ketujuhnya ke AS dalam setahun.Meski Gedung Putih menyebut agenda juga mencakup rencana perdamaian Gaza, Netanyahu menegaskan prioritas utamanya adalah memastikan kesepakatan dengan Iran tidak hanya membahas senjata nuklir.Sumber yang mengetahui sikap Israel menyebut Netanyahu akan kembali menuntut penghentian total pengayaan uranium, pengeluaran seluruh stok uranium dari Iran, serta penghentian produksi rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.Tuntutan itu sebelumnya telah disampaikan kepada utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, namun Netanyahu ingin menyampaikannya langsung kepada Trump.Pemerintahan Trump menyatakan tuntutan tersebut masuk dalam posisi tawar AS. Namun Trump sendiri hanya menegaskan tujuannya adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.Sikap ini memunculkan optimisme terbatas di Teheran, yang sejak lama menolak perundingan di luar isu nuklir.Di dalam negeri, Iran masih dilanda kemarahan publik. Rekaman video dan audio yang beredar menunjukkan teriakan “Matilah Khamenei” di Teheran, menjelang peringatan revolusi yang melahirkan Republik Islam.Kelompok pemantau HAM memperkirakan lebih dari 6.800 orang tewas dalam penindakan keras pemerintah terhadap protes bulan lalu, dengan gelombang penangkapan masih berlanjut hingga kini. (DK)
Baca Juga: Amerika minta kapal-kapal komersial menjauh dari perairan Iran