BUMI tetapkan Anthony Salim sebagai penerima manfaat akhir

Kamis, 12 Februari 2026

image

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan struktur pengendali serta penerima manfaat akhir perseroan.Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat dua nama sebagai ultimate beneficial owner (UBO) BUMI per akhir Januari 2026, yakni Anthony Salim dan Nirwan Dermawan Bakrie.

Sebelumnya, pada laporan per Desember 2026, manajemen Perseroan hanya melaporkan "Kelompok Usaha Bakrie" dan "Kelompok Usaha Salim" sebagai UBO-nya.Mach Energy (Hongkong) tetap menjadi pengendali dan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 170 miliar saham atau setara 45,78%, sedangkan pengendali lain, PT Bakrie Capital Indonesia, memiliki porsi 1,18%.

Selain itu, sejumlah entitas afiliasi pengendali seperti Long Haul Holdings Ltd. dan PT Biofuel Indo masih tercatat sebagai bagian dari kelompok pengendali dengan porsi kepemilikan minoritas.

Dalam laporan yang ditandatangani Corporate Secretary BUMI, Irana Candra Mala, manajemen mengungkap perubahan komposisi kepemilikan saham yang signifikan.

Treasure Global, misalnya, memangkas kepemilikannya dari 8,08% menjadi 3,18%, sementara HSBC-Fund SVS A/C, yang dikenal sebagai representatif Chengdong Investment, turun dari 5,76% menjadi 2,81%.

Perubahan tersebut mendorong lonjakan saham free float BUMI. Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek per Januari 2026, porsi free float meningkat signifikan dari 32,53% menjadi 41,31%.

Secara nominal, jumlah saham publik bertambah dari sekitar 120,78 miliar saham menjadi 153,39 miliar saham, atau 39,1%, dengan total saham tercatat perseroan tetap sebesar 371,33 miliar saham.

Kenaikan porsi saham publik juga sejalan dengan meningkatnya jumlah investor. Hingga akhir Januari 2026, jumlah pemegang saham BUMI mencapai 550.806 investor, bertambah sekitar 51,74% dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 362.993 investor.

Dari sisi pengendalian, saham yang dikategorikan sebagai pengendali tercatat sekitar 174,39 miliar saham atau 46,96%, sementara porsi non-pengendali mencapai 196,94 miliar saham atau 53,04%.

Struktur ini menegaskan semakin besarnya peran investor publik dalam kepemilikan perseroan.

Dengan free float yang kini melampaui 40%, saham BUMI dinilai berpeluang menikmati peningkatan likuiditas perdagangan sekaligus membuka peluang masuk ke indeks saham yang mensyaratkan porsi saham publik lebih besar. (DK/ZH)