Streaming Asia Tenggara tumbuh 19%, konten Indonesia samai K-Drama
Kamis, 12 Februari 2026

JAKARTA - Pasar streaming premium di Asia Tenggara mencatat pertumbuhan 19% pada 2025 dengan total lebih dari 61 juta akun berbayar di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.
Data Media Partners Asia (MPA) dan AMPD menunjukkan Indonesia menjadi kontributor terbesar penambahan akun sekaligus penyumbang waktu tonton tertinggi di kawasan.
Seperti dikutip variety, pada kuartal IV 2025, total konsumsi konten mencapai 4,2 miliar jam, naik 8% dibanding kuartal sebelumnya. Netflix mencatat kenaikan waktu tonton 14%, iQIYI 10%, sementara Vidio mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 24%.
Jumlah pelanggan streaming di Indonesia meningkat menjadi 26,9 juta akun. Pada periode yang sama, produksi Indonesia menyamai konten Korea (K-Drama) dalam pangsa penonton sebesar 30% masing-masing. Keduanya juga menjangkau hampir separuh basis pengguna, sekitar 47–48%. Sejumlah judul original Indonesia masuk daftar tayangan teratas, terutama dari Vidio.
“Konten Korea terus menjadi andalan jangkauan di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2025, tetapi konten orisinal lokal kini memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam mendorong akuisisi dan keterlibatan,” kata Dhivya T dari MPA dan AMPD.
“Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drama Korea di puncak peringkat VOD premium.”
Netflix tetap memimpin di kawasan berdasarkan jumlah pelanggan, pengguna aktif bulanan, dan waktu tonton. Viu berada di posisi kedua secara regional. Di Indonesia, Vidio memimpin di antara platform lokal dalam jumlah pelanggan dan pengguna aktif, serta berada di posisi kedua setelah Netflix dalam waktu tonton dan pendapatan.
Laporan juga mencatat peningkatan penggunaan connected TV sejak kuartal II 2025. Meski perangkat seluler masih dominan, porsi jam tonton melalui televisi terhubung meningkat signifikan, terutama di Indonesia dan Filipina.
Industri semakin terkonsentrasi, dengan tiga hingga empat platform menguasai sekitar 70% langganan dan aktivitas menonton di tiap pasar.(DH)