Intiland gandeng perusahaan ini garap bisnis data center
Kamis, 12 Februari 2026

JAKARTA – PT Intiland Development Tbk (DILD) menjajaki lini bisnis data center guna meraih tambahan pendapatan. Bisnis ini akan digarap lewat perusahaan patungan (joint venture) anak usahanya dengan ION Network.
Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan DILD menyampaikan bahwa PT Intiland Alfa Rendita (IAR), anak usaha DILD, dan ION Network mendirikan PT Inti Arunika Persada (IAP) untuk mengembangkan layanan pusat data. “Porsi kepemilikan saham masing-masing 50%,” katanya dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (12/2).
Menurut dia, pembentukan perusahan data center sebagai langkah mensinergikan kekuatan dan pengalaman masing-masing pihak. Perusahaan, katanya, berpengalaman dalam pengembangan properti terpadu dengan aset yang meningkat di masa depan. Sementara, ION Network piawai dalam usaha pengembangan data teknologi dan digital.
Selama ini, misalnya, pendapatan DILD berasal dari Penjualan Perumahan, Kawasan Industri, Apartemen (High Rise), Sewa Perkantoran, Hotel dan Sewa Kawasan Industri.
Per September 2025, emiten ini mencetak pendapatan sebesar Rp1,69 triliun, dengan kontributor terbanyak dari Penjualan Properti sebesar Rp1 triliun dan Pendapatan Usaha Rp697,70 miliar.
Sementara itu, ION Network, yang dikenal sebagai ION Broadband, mencatatkan 700 ribu homepass di Pulau Jawa, Bali, di Kota Bangka dan Medan. Total jangkauan kabel serat optic kisaran 71.000 Km.
Per Januari 2025, penerima manfaat akhri dari kepemilikan saham DILD yakni, Hendro S. Gondokusumo. Jumlah saham tercatat 10,36 miliar, dengan porsi Pengendali 49,79% dan Nonpengendali 50,12%. Jumlah pemegang saham 18.447 nasabah dan persentase free float 39%. (LK)