UNTR rampungkan akuisisi Proyek Doup setelah 5 bulan
Kamis, 12 Februari 2026

JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), akhirnya merampungkan proses akuisisi Proyek Doup dari PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) pada Rabu (11/2) kemarin.
Sebagai catatan, Proyek Doup dikelola oleh PT Arafura Surya Alam (ASA), anak usaha PSAB yang dimiliki tidak langsung melalui PT J Resources Nusantara (JRN).
“Perseroan dengan ini memberitahukan bahwa pada tanggal 11 Februari 2026, JRN dan DTN menyelesaikan Rencana Transaksi,” tulis manajemen PSAB dalam keterangan resmi, Kamis (12/2).
PSAB diketahui telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat untuk menjual ARA dan proyek Doup kepada DTN lima bulan lalu, pada 12 September 2025, dengan tenggat waktu penyelesaian pada 23 Maret 2026.
Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, Proyek Doup di Sulawesi Utara sempat digadang-gadang menjadi tambang andalan PSAB di masa depan.
Mengutip laporan September 2025 lalu, Proyek Doup memiliki gabungan deposit mineral emas Joint Ore Reserves Committee (JORC) sesuai Proven & Probable Ore Reserves sebesar 1.571.000 ons (oz) emas.
Namun, karena pengembangan Proyek Doup membutuhkan dukungan pendanaan yang signifikan, PSAB pun memutuskan untuk mendivestasikan aset tersebut.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, nilai akuisisi ini mencapai total US$540 juta (enterprise value), atau sekitar Rp9 triliun.
PSAB sebelumnya mengungkapkan bahwa dana segar yang diperoleh dari penjualan Proyek Doup akan digunakan untuk memperkuat modal entitas anak lain yang memiliki prospek pertambangan, baik organik maupun inorganik.
Sebagai perbandingan, total aset UNTR per September 2025 lalu mencapai Rp178,71 triliun, dengan kas dan setara kas Rp28,32 triliun, dan liabilitas Rp76,13 triliun.
Setelah transaksi akuisisi ARA dan Proyek Doup ini, maka UNTR memiliki 3 portofolio tambang emas. Dua tambang lainnya adalah Tambang Martabe milik PT Agincourt Resources di Sumatra Utara, serta konsesi tambang di Nusa Tenggara Barat kelolaan PT Sumbawa Jutaraya. (ZH)