AS dan Jepang danai US$550 miliar antara lain proyek berlian sitetis
Kamis, 12 Februari 2026

JAKARTA - Amerika Serikat dan Jepang mendekati keputusan pendanaan tiga proyek pertama dari dana investasi senilai US$550 miliar milik Tokyo. Dana ini merupakan bagian utama dari kesepakatan perdagangan bilateral yang disepakati tahun lalu.
Seperti dikutip Bloomberg, tiga proyek yang masuk tahap final mencakup pembangunan infrastruktur pusat data yang dipimpin SoftBank Group Corp., terminal minyak laut dalam di Teluk Meksiko, serta produksi berlian sintetis untuk industri semikonduktor.
Keputusan akhir akan ditentukan dalam pembahasan antara Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa yang dijadwalkan bertemu di Washington. Belum ada kepastian keputusan dicapai pekan ini.
Dana tersebut dirancang untuk mendorong investasi Jepang ke sektor strategis AS, termasuk energi, kecerdasan buatan, dan mineral kritis. Skema ini menjadi bagian dari kesepakatan tarif, di mana Presiden Donald Trump menetapkan tarif impor Jepang sebesar 15%, termasuk penyesuaian bea masuk otomotif.
Proyek yang diusulkan memiliki nilai investasi antara US$350 juta hingga US$100 miliar dan melibatkan sejumlah perusahaan besar seperti SoftBank, Westinghouse, dan Toshiba Corp.
Berdasarkan perjanjian, Jepang memiliki waktu 45 hari kerja untuk mulai mendanai proyek setelah dipilih. Jika pendanaan tidak direalisasikan, AS berhak menarik kembali sebagian pendapatan atau memberlakukan kembali tarif lebih tinggi, termasuk potensi kenaikan hingga 25%.
Pembahasan ini berlangsung setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan elektoral baru-baru ini. Ia dijadwalkan bertemu Trump pada Maret dan menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral. Trump menyampaikan ucapan selamat dan berharap keberhasilan dalam menjalankan agenda “Conservative, Peace Through Strength Agenda.” (DH)