AirAsia batal beli Airbus A330neo, ganti dengan 150 jet kecil Embraer

Jumat, 13 Februari 2026

image

JAKARTA – Maskapai berbiaya hemat, AirAsia X, melakukan manuver strategis besar-besaran dengan membatalkan pesanan untuk 15 unit pesawat berbadan lebar (wide-bodyAirbus A330neo.

Sebagai gantinya, maskapai ini mengalihkan fokus pada pengadaan armada jet berukuran lebih kecil dengan volume pemesanan yang jauh lebih masif, guna menargetkan pasar pelancong pemula (first-time travellers) di rute-rute sekunder Asia yang sedang berkembang.

Dikutip dari Reuters (11/2/2026), Tony Fernandes, CEO Capital A—induk perusahaan yang baru saja merestrukturisasi lini penerbangannya mengungkapkan bahwa keputusan final mengenai pemasok jet regional ini akan diumumkan dalam satu bulan ke depan.

Kompetisi kini mengerucut pada dua kandidat utama: Airbus dengan varian A220 atau pabrikan asal Brasil, Embraer, dengan seri E-Jet mereka. Sumber industri menyebutkan bahwa AirAsia berpotensi memesan hingga 150 unit pesawat, yang terdiri dari 100 pesanan pasti (firm orders) dan 50 opsi tambahan.

Selain peremajaan armada regional, AirAsia juga tengah memfinalisasi kesepakatan untuk 50 unit Airbus A321XLR (Xtra Long Range).

Jenis pesawat lorong tunggal (narrow-body) ini memungkinkan maskapai melayani rute jarak jauh dengan biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan pesawat berbadan lebar seperti A330neo atau A350, yang kini hanya dipertimbangkan untuk opsi jangka panjang.

Dalam wawancara pasca-pengumuman rencana pembukaan hub baru di Bahrain, Fernandes menegaskan perubahan fundamental dalam strategi finansial perusahaan.

Setelah keluar dari krisis industri penerbangan yang "mememarkan" hubungan dengan lessorAirAsia kini bertekad untuk memiliki aset pesawat sendiri alih-alih bergantung penuh pada sewa.

Pendanaan untuk ratusan pesawat baru ini akan bersumber dari kombinasi utang bank dan skema sale-and-leaseback, namun dengan prioritas menjaga nilai ekuitas (equity value) di dalam perusahaan, bukan sekadar mengejar volume armada tanpa memperhatikan margin keuntungan. (SF)