Mendag dorong produsen perbanyak poduksi minyak goreng second brand
Jumat, 13 Februari 2026
JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengimbau para produsen minyak goreng untuk turut memproduksi merek kedua (second brand) guna memperluas pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Budi menyampaikan bahwa peningkatan produksi second brand akan memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen, mengutip iqplus.info, Kamis (12/2).
Menurutnya, produk tersebut dapat menjadi pendamping MinyaKita, yakni minyak goreng kemasan sederhana dari Kementerian Perdagangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng rakyat.
Ia menegaskan bahwa produksi MinyaKita saat ini sangat melimpah. Namun demikian, produsen tetap diharapkan memperbanyak second brand agar pasokan tetap terjaga dan pasar tidak bergantung pada satu merek saja.
Sebelum program MinyaKita berjalan, jumlah second brand di pasaran sempat mencapai sekitar 50 merek. Namun, jumlah tersebut menurun karena banyak produsen beralih memproduksi MinyaKita.
Budi juga menjelaskan bahwa MinyaKita merupakan bagian dari kebijakan domestic market obligation (DMO), dengan volume yang disesuaikan pada kinerja ekspor.
Karena itu, produsen diharapkan dapat meningkatkan produksi second brand untuk menjaga keseimbangan pasokan di pasar.
Saat ini, minyak goreng second brand telah tersedia dalam berbagai pilihan kemasan, mulai dari 250 mililiter hingga 500 mililiter, dengan variasi merek dan harga yang semakin beragam. (DK)