David Einhorn: Emas jadi aset bank sentral dunia, gantikan T-Bills

Jumat, 13 Februari 2026

image

JAKARTA- Investor miliarder David Einhorn menilai emas berada di jalur untuk menjadi aset cadangan utama berbagai bank sentral dunia, menggantikan peran obligasi Pemerintah Amerika (US Treasurys/T-Bills).

Dikutip businessinsider, pendiri Greenlight Capital itu mengatakan emas telah mulai menggantikan obligasi Amerika sebagai aset cadangan utama di bank sentral global. Menurut dia, hal ini mencerminkan status emas sebagai safe-haven dan melemahnya kepercayaan terhadap prospek makro dan fiskal Amerika Serikat.

Einhorn merujuk juga laporan bahwa China juga telah meminta bank-bank dan institusi keuangan domestik mengurangi kepemilikan US Treasurys.

Di sisi lain, pembelian emas oleh bank sentral terus meningkat. Data World Gold Council mencatat bank sentral global membeli sekitar 863 metrik ton emas pada 2025.

“Pihak Tiongkok telah memutuskan untuk bersaing berdasarkan mata uang. Bank sentral di seluruh dunia membeli emas. Emas menjadi aset cadangan, menggantikan obligasi pemerintah, atau bisa dibilang hampir seimbang saat ini,”kata Einhorn.

Ia menyebut dua faktor utama yang mendorong daya tarik emas dibandingkan obligasi Amerika.

  • Pertama, ketegangan dagang AS. Kebijakan perdagangan AS dinilai “very unstable” dan mendorong lebih banyak negara menyelesaikan perdagangan dengan aset selain dolar.
  • Kedua, peningkatan utang AS. Menurut Einhorn, kekhawatiran terhadap prospek fiskal membuat investor mengurangi eksposur pada aset berbasis dolar.

“Teori kami tentang emas dalam jangka panjang adalah bahwa kebijakan fiskal dan kebijakan moneter kita tidak masuk akal,”ujar Einhorn. Ia menambahkan defisit AS yang terus membesar tidak berkelanjutan.

Meski permintaan lelang US Treasurys masih solid, isu dedolarisasi terus berkembang sejak 2022 setelah Rusia dan sejumlah negara BRICS mengurangi penggunaan dolar akibat sanksi. Kekhawatiran makin kuat setelah Presiden Donald Trump memperkenalkan tarif, memicu sentimen “Sell America” di kalangan investor asing dan mendorong minat pada aset keras seperti emas.(DH)