Pasar global dan tekanan jual menahan IHSG jelang libur Imlek
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (13/2) hari ini, menjelang libur panjang perayaan Imlek hingga 17 Februari 2026 mendatang.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG gagal melanjutkan reli kenaikan di hari keempat, diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,49 triliun.
Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual di pasar cukup dominan, akibat aksi ambil untung investor menjelang libur panjang perayaan Imlek.
“Melemahnya indeks bursa global dan koreksi harga komoditas juga menjadi katalis negatif,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Sementara secara teknikal, analis Phintraco menilai histogram negatif MACD pada IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot.
“Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak melemah dan menguji level 8150-8200 pada perdagangan Jumat,” jelas analis Phintraco.
Senada dengan pandangan tersebut, analis CGS International Sekuritas Indonesia juga menilai pelemahan indeks global dan harga komoditas di, berpotensi jadi sentimen negatif bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 8.175/8.085 dan resist 8.355/8.445,” ungkap analis CGS International.
Pada perdagangan Kamis, Indeks S&P 500 turun 1,50%, Nasdaq Composite turun 3,67%, namun Dow Jones naik 1,18%.
Sedangkan indeks saham di kawasan Asia Pasifik pada pembukaan hari ini cukup variatif. Nikkei 225 turun 1,25%, Hang Seng turun 0,86%, CSI 300 naik 0,12%, dan MSCI AC Asia Pacific naik 0,72%.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah brent turun 2,71%, minyak WTI naik 0,02%, dan gas alam naik 0,19%. Sementara komoditas logam mulia seperti emas menguat 0,12% di pasar berjangka dan 0,85% di pasar spot, serta tembaga turun 0,12%. (KR)