KIJA resmikan pabrik mini LNG US$16,9 juta di Pasuruan
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG) meresmikan operasional pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, Rabu (11/02).
Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar US$16,9 juta. Peresmian dihadiri oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.
KIJA menyebut pabrik mini LNG ini merupakan yang pertama di Pulau Jawa dan dikelola swasta, seperti disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (12/2).
Proyek ini dikembangkan melalui skema joint venture. PT Jababeka Infrastruktur menguasai 60% saham dalam PT LNG, sementara PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan memiliki masing-masing 20%.
Yuliot Tanjung, dalam sambutannya menyatakan fasilitas ini akan memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien bagi kebutuhan industri.
Ia menyebut kilang mini LNG ini, diharapkan bisa mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri dan pembangkit listrik, serta didistribusikan ke berbagai wilayah.
Yuliot juga menyoroti subsidi LPG nasional diperkirakan mencapai Rp87 triliun pada 2025. Sehingga adanya fasilitas ini diharapkan dapat mendorong substitusi konsumsi LPG dengan LNG, serta mengurangi ketergantungan impor.
Sementara Duta Besar Argentina untuk Indonesia yang turut hadir dalam peresmian pabrik, Gustavo Ricardo Coppa, menyebut proyek ini sebagai bentuk kolaborasi teknologi Indonesia–Argentina melalui Galileo Technologies dan memperkuat ketahanan energi.
Wakil Direktur Utama KIJA, Budianto Liman, mengatakan pihaknya yakin fasilitas ini dapat berkontribusi pada penyediaan energi yang lebih rendah emisi, serta kompetitif bagi pelaku industri.
“Khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya,” ujarnya.
Pabrik berdiri di atas lahan sekitar 1 hektare dengan kapasitas produksi awal 2,5 MMSCFD per hari dan potensi ekspansi hingga 4 MMSCFD per hari. KIJA menargetkan peningkatan kapasitas melalui penambahan dua unit mesin pengolahan pada paruh kedua 2027.
CEO PT LNG, Wira Rahardja, menyatakan perseroan telah menyalurkan LNG ke wilayah Jawa Timur dan Bali pada tahap awal operasional. Distribusi dilakukan menggunakan armada iso tank 20 kaki dan 40 kaki, untuk melayani konsumen ritel dan distributor.
“Capaian ini memperkuat keyakinan kami bahwa fasilitas ini dapat mendukung perusahaan yang ingin beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Wira Rahardja.
Ia menambahkan, sejumlah konsumen telah merasakan efisiensi biaya setelah beralih ke LNG. “Saat ini kami telah bekerja sama dengan beberapa konsumen, termasuk PGN Gagas,” tutupnya. (DH/KR)