EXCL rugi Rp4,4 triliun meski pendapatan tumbuh pada 2025

Jumat, 13 Februari 2026

image

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), perusahaan hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren, mengalami kerugian Rp4,4 triliun pada tahun buku 2025.

Kerugian tersebut membengkak, dibandingkan pada sembilan bulan pertama 2025 yang hanya mencapai Rp2,6 triliun.

Sementara sebelumnya pada 2024, sebelum menerima menjadi entitas penerima penggabungan usaha dengan Smartfren, EXCL berhasil mencetak laba bersih Rp1,8 triliun.

Padahal berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Jumat (13/2) hari ini, pendapatan EXCL tumbuh 23,42% menjadi Rp42,44 triliun pada 2025.

Bisnis jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi menjadi penopang utama pendapatan EXCL pada 2025, dengan perolehan Rp41,9 triliun atau setara 98,75%.

Sedangkan pendapatan dari bisnis managed services EXCL hanya menyumbang Rp529,44 miliar atau setara 1,25% terhadap total pendapatan.

Meski pendapatan tumbuh positif, beban usaha dan operasi EXCL melonjak 52,2% secara tahunan menjadi Rp43,58 triliun pada 2025. Beban usaha dan operasi EXCL sebelum merger dengan Smartfren tercatat sebesar Rp28,63 triliun.

Kinerja Earning Per Share (EPS) EXCL pun berubah jadi minus Rp276 per lembar untuk tahun buku 2025, berbanding, terbalik dengan kinerja 2024 yang mencatatkan EPS sebesar Rp139 per lembar.

Namun dari segi aset, EXCL mencatat kenaikan total aset sebesar 33,81% menjadi Rp115 triliun pada 2025. Dengan rincian aset lancar Rp15 triliun dan Rp100 triliun sisanya Rp100 triliun dalam bentuk aset tidak lancar.

Namun saham EXCL mendapat apresiasi di kalangan investor, dengan kenaikan harga saham yang mencapai 66,67% sepanjang 2025. Namun sejak awal tahun ini, harga sahamnya telah turun 22,4% dan kini diperdagangkan di level Rp2.910 per lembar. (KR)