PayPay milik SoftBank akan IPO di Amerika, bidik valuasi US$10 miliar
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA - PayPay Corp., perusahaan pembayaran digital milik SoftBank Group Corp., resmi mengajukan IPO di Amerika Serikat. Aksi korporasi ini berpotensi menjadi pencatatan terbesar perusahaan Jepang di bursa AS.
Dikutip bloomberg, berdasarkan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), PayPay mencatat laba ¥103,3 miliar dengan pendapatan ¥278,5 miliar dalam sembilan bulan hingga 31 Desember. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba tercatat ¥28,96 miliar dengan pendapatan ¥220,4 miliar.
Jumlah saham dan kisaran harga penawaran akan diumumkan dalam pengajuan selanjutnya. SoftBank disebut membidik valuasi minimal US$10 miliar untuk PayPay.
sebelumnya telah mengajukan pencatatan secara rahasia pada Agustus. Setelah IPO, PayPay tetap menjadi anak usaha SoftBank dan pencatatan ini tidak diperkirakan berdampak material terhadap laba konsolidasi grup.
Penjamin emisi meliputi Goldman Sachs, JPMorgan, Mizuho, dan Morgan Stanley. Saham direncanakan melantai di Nasdaq Global Select Market dengan kode PAYP.
SoftBank tengah memonetisasi sejumlah aset untuk mendanai investasi baru di bidang kecerdasan buatan. Pada 2025, perusahaan melepas hampir US$8 miliar saham T-Mobile US Inc.(DH)