Prabowo pastikan kelanjutan program MBG meski hadapi penentangan

Jumat, 13 Februari 2026

image

JAKARTA - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan pada Jumat (13/2), bahwa ia akan melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG) meskipun menghadapi kampanye penentangan yang “luar biasa."

Ia menambahkan bahwa program tersebut dibiayai melalui langkah-langkah efisiensi anggaran, mengutip reuters.com.

“Kami akan melaksanakan program ini,” kata Prabowo saat peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta, Jumat (13/2).

“Kita hadapi kampanye luar biasa, yang menyatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang,” tambahnya.

Ia lantas menegaskan bahwa pemerintah melakukan penghematan dari pos pengeluaran lain yang bukan merupakan prioritas, seperti dinas dan rapat di luar kota, sehingga memastikan Indonesia tetap berada dalam batas defisit fiskal 3% dari PDB.

“Inilah sumber penghematan kami, inilah yang kami alihkan… APBN kita tidak melebihi parameter yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, IDNFinancials.com sempat melaporkan bahwa defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun (unaudited), atau setara 2,92% terhadap PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun sempat menangkis proyeksi Citigroup mengenai risiko pelebaran defisit APBN melebihi ambang batas 3% pada 2026.

Pelebaran defisit APBN, yang sebagian dipicu bengkaknya anggaran program MBG ini hingga US$20 miliar, menjadi sorotan dan kekhawatiran investor global.

Di pasar modal, MSCI, penyedia indeks saham, mengeluarkan peringatan mengenai transparansi pasar modal, yang memicu aksi jual panik hingga memangkas nilai pasar sebesar US$120 miliar.

Beberapa hari kemudian, Moody’s pun turut menurunkan prospek peringkat obligasi pemerintah Indonesia dan beberapa perusahaan menjadi negatif.

Sebagai catatan, sejak peluncurannya pada Januari tahun lalu, Reuter melaporkan setidaknya 15.000 anak di seluruh negeri mengalami keracunan makanan akibat program MBG.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa persentase anak yang terdampak relatif kecil dan menegaskan bahwa secara keseluruhan program ini “berhasil”, dengan 60 juta penerima MBG hingga saat ini. (DK/ZH)