Tetapkan harga rights issue Rp350, saham ELPI terus terkerek
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA – Harga saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menguat pada perdagangan sesi I, Jumat (13/2), sehari setelah suspensi saham dicabut PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Tren kenaikan saham berlangsung seiring rencana emiten ini menggelar rights issue.
Berdasarkan pemantuan perdagangan, saham emiten ini menguat 9,94% atau Rp170 menjadi Rp1.880 per saham pada pukul 11.25 WIB. Kenaikan harga terjadi secara konsisten sejak dibuka pada awal sesi I di level Rp1.710.
Endra Febri Styawan, Pelaksana Harian (P.H) Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI menyampaikan menghentikan perdagangan saham ELPI efektif di pasar reguler dan pasar tunai pada (9/2). "Terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ELPI," katanya dalam keterbukaan informasi.
Pada (6/2), saham emiteni ini ditutup menguat Rp340 menjadi Rp1.710 dengan volume transaksi 7,66 juta dalam 4.240 kali transaksi senilai Rp12,30 miliar.
Tren penguatan saham berlanjut sejak emiten ini mengumumkan rencana rights issue pada (30/1), yang mana rencana itu akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada (9/3).
Mengutip keterbukaan informasi, Wawan Heri Purnomo, Sekretaris Perusahaan ELPI mengatakan bahwa perusahaan akan menerbitkan 2,03 miliar saham dengan harga Rp350, sehingga total dana yang diperoleh sebesar Rp713,40 miliar.
Pihak yang menjadi standby buyer dalam rights issue yakni, PT GMT Kapital Asia dan Eka Taniputra, selaku pemegang saham pendiri. (LK)