Kripto tertekan, StanChart: Bitcoin berisiko turun ke US$50.000
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA - Pasar mata uang kripto kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (13/2) di Asia.
Tekanan muncul setelah Standard Chartered memperingatkan potensi penurunan lanjutan Bitcoin serta laporan kinerja kuartalan yang mengecewakan dari Coinbase Global.
Bitcoin diperdagangkan sedikit di atas US$66.000 pada pukul 09.30 waktu Singapura, setelah sebelumnya sempat merosot hingga 4% di New York ke level US$65.079, terendah dalam sepekan.
Seperti dikutip Bloomberg.com, ether juga bergerak di kisaran US$1.940, mendekati titik terendah minggu ini.
Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered (StanChart), menyatakan harga kripto masih berisiko melemah dalam beberapa bulan ke depan.
Ia menyoroti arus keluar dari dana ETF serta kondisi makroekonomi yang kurang kondusif sebagai faktor penekan utama.
Bank tersebut memangkas proyeksi harga bitcoin pada akhir 2026 menjadi US$100.000, turun dari estimasi sebelumnya sebesar US$150.000 dan bahkan US$300.000 beberapa bulan lalu.
Standard Chartered juga memperingatkan bahwa bitcoin bisa turun hingga US$50.000 sebelum menemukan titik stabil.
Secara teknikal, analis pasar di IG Australia, Tony Sycamore, menilai selama bitcoin mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 minggu di sekitar US$58.000, peluang pemulihan menuju area US$73.000 hingga US$75.000 masih terbuka.
Namun, jika harga menembus dan bertahan di bawah zona US$60.000/US$58.000, maka risiko penurunan lebih dalam ke kisaran US$40.000 meningkat.
Sentimen negatif juga diperparah kekhawatiran aksi jual di kelas aset lain, termasuk saham teknologi. Damien Loh dari Ericsenz Capital menyebut tekanan di pasar ekuitas dapat membuka ruang pelemahan lanjutan bagi aset kripto.
Di sisi korporasi, Coinbase Global melaporkan kerugian sebesar US$667 juta pada kuartal keempat setelah pendapatan turun 20% menjadi US$1,8 miliar, lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Pelemahan harga token dinilai turut mengurangi aktivitas perdagangan di platform tersebut.
Menjelang pengumuman laporan keuangan, sejumlah pengguna Coinbase juga sempat mengalami gangguan saat melakukan transaksi di situs perusahaan. Coinbase melalui platform X menyatakan dana pelanggan tetap aman dan masalah tersebut telah diselesaikan.
Saham Coinbase turun sekitar 8% ke level US$141, memperpanjang tren pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Sepanjang tahun ini, saham perusahaan tersebut telah terkoreksi sekitar 37%. (DK)