Tabungan emas Unit Usaha Syariah NISP laris, nasabah melonjak 223%
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan kinerja signifikan pada produk tabungan emas digital seiring reli logam mulia sepanjang 2025 lalu.
Berdasarkan siaran pers yang diterima IDNFinancials.com, Jumat (13/2), UUS NISP membukukan pertumbuhan jumlah nasabah tabungan emas hingga 223% secara tahunan.
“Sedangkan dari sisi volume, total gramasi emas yang dikelola juga mengalami peningkatan menjadi 771,2 kg atau tumbuh 506% secara tahunan,” tambah manajemen UUS NISP.
Mahendra Koesumawardhana, Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC lantas mengungkapkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) UUS NISP tumbuh 27% menjadi Rp10,9 triliun.
Namun, sebaliknya, UUS NISP justru membukukan penyaluran pembiayaan turun 5,96% secara tahunan menjadi Rp5,69 triliun – atau hanya setara dengan 3,29% dari total kredit NISP per Desember 2025 sebesar Rp173,4 triliun.
“Mayoritas dana yang disalurkan digunakan untuk pembiayaan rumah atau KPR iB, yang mencakup 52% dari total pembiayaan, sementara 48% lainnya dialokasikan untuk pembiayaan produktif,” tambah manajemen UUS NISP.
Manajemen juga menyebutkan bahwa total aset UUS NISP per Desember meningkat 20% secara tahunan menjadi Rp13,2 triliun – masih jauh dari batas kewajiban spin off.
Sebagai catatan, NISP secara konsolidasi membukukan laba bersih naik 3,9% pada akhir tahun 2025 menjadi Rp5,06 triliun, didukung kenaikan pendapatan operasional hingga 10%.
Meski pertumbuhan kredit tipis di level 2%, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) NISP di 2025 menyentuh 18% menjadi Rp243,5 triliun, dengan CASA yang melonjak 24%.
Meski rasio CASA naik jadi 58%, pertumbuhan DPK yang pesat dibandingkan kredit membuat rasio loan-to-deposit (LDR) bank swasta ini merosot menjadi 70,32% dari 81,82% yang tercatat pada 2024 lalu. (ZH)