DRMA targetkan penjualan mendekati Rp6 triliun pada 2026
Jumat, 13 Februari 2026

JAKARTA - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis menjaga pertumbuhan kinerja pada 2026 meski industri otomotif nasional masih berada di bawah tekanan, khususnya di segmen kendaraan roda empat.Perseroan menargetkan penjualan mendekati Rp6 triliun, didukung pengembangan program baru serta kinerja ekspor yang terus membaik.Head of Business Development DRMA, Eko Maryanto, mengatakan anggaran penjualan perusahaan sebenarnya berada di kisaran Rp5,8 triliun, namun Perseroan menetapkan target internal yang lebih tinggi.“Secara budgeting sekitar Rp5,8 triliun, tapi target internal kita harus mendekati Rp6 triliun. Tahun 2026 kita tetap menargetkan pertumbuhan dibandingkan 2025,” ujar Eko saat sesi doorstop kepada IDNFinancials.com di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JIEXPO Kemayoran, Jumat (13/2).Eko mengakui kondisi pasar otomotif roda empat masih menghadapi tekanan yang cukup berat, sementara segmen roda dua relatif lebih stabil.Meski demikian, DRMA melihat peluang pertumbuhan dari program pengembangan baru yang tengah dijalankan perusahaan.
Selain pasar domestik, DRMA mencatat peningkatan ekspor ke Amerika Serikat, meski harus menghadapi tarif dan pajak resiprokal.“Ekspor ke Amerika tetap meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun ada tarif dan pajak, customer tetap mengambil dari DRMA karena kualitas dan kontinuitas pasokan,” ujar Eko.Di sisi lain, perseroan menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi nasional dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.Hal ini tercermin melalui pengembangan fast-charging station lokal untuk kendaraan listrik (EV) dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi.Inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia.“Langkah ini merupakan wujud dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik, serta mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, dalam keterangan resmi, Jumat (13/2).
Manajemen Perseroan juga menampilkan Battery Energy Storage System (BESS) yang terintegrasi dengan charging station buatan perusahaan.Selain itu, DRMA terus mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV), yang dinilai lebih sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.Perseroan menyediakan layanan konversi roda dua ICE ke EV sebagai bagian dari ekosistem terintegrasi Dharma Connect – DC Cross. (DK/SF)