Angkat ekonomi lokal, ASII kembangkan 1.515 kampung binaan

Sabtu, 22 November 2025

image

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) mengembangkan dua program yang kini menjadi motor transformasi desa: Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA).Kedua program tersebut telah berkembang pesat dan hingga 2024 mencakup 1.515 desa dan kampung binaan di seluruh Indonesia.Langkah ini menegaskan komitmen Astra dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang merata melalui pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.Program DSA yang diluncurkan sejak 2018 berfokus pada penguatan potensi lokal dan wirausaha desa. Melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, start-up, dan Kelompok Usaha Desa, program ini membangun ekosistem usaha yang memungkinkan produk unggulan desa masuk ke pasar global.Di sisi lain, KBA mengintegrasikan empat pilar kontribusi Astra, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, untuk menciptakan kampung yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif.Sepanjang 2024, Astra menambah 84 DSA baru dan 35 KBA baru, termasuk 145 kampung yang telah berstatus Kampung Iklim (PROKLIM), bagian dari program nasional mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.Perluasan program ini membawa dampak signifikan, termasuk keberhasilan mendorong produk desa ke pasar internasional.Salah satu capaian menonjol datang dari DSA Blitar, yang berhasil mengekspor 3.500 kerajinan Kendang Djembe ke Tiongkok dengan nilai kerja sama mencapai Rp47,6 miliar.Capaian serupa juga diraih DSA Samosir, yang menembus pasar Eropa melalui ekspor 770 kilogram bumbu Andaliman senilai Rp455 juta ke Jerman dan Prancis.Ekspor ini membuka kesempatan kerja, memperluas jaringan usaha, sekaligus memperkenalkan kekayaan rempah Indonesia kepada dunia.Selain mendorong ekonomi, program Astra juga memperkuat literasi keuangan, ketahanan pangan, dan ketangguhan sosial masyarakat desa.Salah satu contoh transformasi nyata terlihat di Kampung Berseri Astra Cidadap, Bandung. Berada di kawasan perbukitan di antara Stone Garden dan Guha Pawon, kampung ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat menjadi fondasi ekonomi lokal.Dalam Workshop Lingkungan Astra 2025 yang digelar Jumat (21/11), peserta diajak melihat langsung praktik ramah lingkungan warga Cidadap mulai dari pembuatan pupuk organik Bokashi, budidaya sayuran, hingga pengembangan geowisata berbasis alam.Pendekatan ini bukan hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga menghidupkan peluang usaha, wisata edukasi, dan lapangan kerja baru.Head of Internal Communications ASII, Regina Panontongan, menegaskan bahwa berbagai program binaan Astra merupakan implementasi konkret empat pilar kontribusi perusahaan.“Dari keempat pilar tersebut, implementasinya luas dan hadir melalui program unggulan seperti SATU Indonesia Awards, Desa Sejahtera Astra, dan Kampung Berseri Astra,” ujarnya.Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus penggerak KBA Cidadap, Deden Syarif Hidayat, menyebut bahwa kolaborasi dengan Astra memberikan dampak yang melampaui aspek lingkungan.“Menjaga lingkungan bukan hanya soal kelestarian, tetapi juga membuka peluang usaha, wisata, dan pembelajaran bagi generasi muda,” katanya.Transformasi desa lewat program DSA dan KBA menjadi bukti bahwa desa mampu tumbuh menjadi pusat inovasi lingkungan, ekonomi, dan geowisata.Inisiatif ini sekaligus selaras dengan visi Astra Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penanganan perubahan iklim. (DK)