Danantara akan beli lahan dekat Masjidil Haram untuk Kampung Haji
Minggu, 15 Februari 2026

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan membeli lahan baru untuk pengembangan proyek Kampung Haji, yang berlokasi tak jauh dari Masjidil Haram, Mekkah.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan lahan itu adalah Ajyad Al Sadd, salah satu bidang lahan yang dilelang oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).
Bidang lahan itu, kata Rosan, berjarak sekitar 600 hingga 1,2 kilometer dari Masjidil Haram.
“Rata-rata jemaah haji kita [Indonesia] itu tinggal di lokasi yang berjarak 4,5 sampai 6 kilometer [dari Masjidil Haram,” jelas Rosan, dalam pemaparan Indonesia Economic Outlook 2026, yang digelar Jumat lalu.
Sebelumnya pada akhir tahun 2025, Danantara telah menandatangani perjanjian akuisisi aset milik Thakher Development Company (TDC), yang di dalamnya termasuk hotel Novotel Makkah Thakher City dan 14 bidang lahan dengan luas total 4,4 hektare.
Novotel Makkah Thakher City dan 14 bidang lahan tersebut, kata Rosan, berjarak sekitar 2,5 kilometer. Selain itu, aset ini juga memiliki akses terowongan yang saling terhubung.
Novotel Makkah Thakher City, yang merupakan hotel afiliasi Grup Accor, saat ini telah mengoperasikan lebih dari 1.400 kamar. Setelah akuisisi tuntas, Danantara akan membangun 13 tower di masing-masing bidang lahan yang tersedia dan 1 bidang lainnya untuk bangunan komersial.
Rosan sebelumnya telah bertemu dengan Public Investment Fund (PIV) dan Menteri Investasi Arab Saudi, untuk memperkuat sinergi investasi dan mempercepat realisasi pembangunan Kampung Haji.
Berdasarkan catatan IDNFinancials.com, proyek Kampung Haji telah diumumkan beberapa bulan setelah Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, serta setelah pembentukan Danantara sebagai pengelola aset BUMN dan pengelola kekayaan negara.
Proyek ini disiapkan untuk memangkas biaya haji secara signifikan bagi warga Indonesia, yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. (KR)