Netanyahu: Israel tergetkan akhiri bantuan milter AS 10 tahun lagi

Senin, 16 Februari 2026

image

JERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menargetkan akan mengakhiri bantuan militer AS kepada Israel dalam 10 tahun ke depan, setelah kesepakatan 10 tahun saat ini, yang memberikan bantuan US$3,8 miliar per tahun dan sebagian besar dibelanjakan di Amerika Serikat untuk peralatan, berakhir pada 2028.

“Kami ingin bergerak bersama Amerika Serikat dari bantuan menuju kemitraan,” katanya pada Minggu (15/2), seperti dikutip Reuters.

Sebab, lanjutnya, ekonomi yang berkembang pesat akan memberikan kemampuan Israel untuk secara bertahap menghentikan komponen finansial dari bantuan militer Amerika.

"Dan saya mengusulkan penarikan bertahap selama 10 tahun hingga nol. Dalam tiga tahun yang tersisa dari nota kesepahaman saat ini dan tujuh tahun berikutnya, diturunkan hingga nol,” kata Netanyahu.

Mengenai ketegangan dengan Iran, Netanyahu mengatakan bahwa ia telah menyampaikan sikap Israel kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu. 

"Setiap kesepakatan AS dengan Iran harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir Iran, bukan sekadar menghentikan proses pengayaan.

Sementara, Iran menyatakan siap mempertimbangkan kompromi untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat jika Washington bersedia membahas pencabutan sanksi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyampaikan hal tersebut kepada BBC dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Minggu.

Iran, seperti dikutip Reuters Minggu (15/2), mengatakan siap membahas pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Namun, Teheran berulang kali menegaskan menolak mengaitkan isu nuklir dengan persoalan lain, termasuk program rudal.

Putaran kedua perundingan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pekan ini. Iran tengah mengejar kesepakatan nuklir dengan AS yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, demikian dilaporkan seorang diplomat Iran pada Minggu.

Perundingan ini untuk menangani sengketa puluhan tahun terkait program nuklir Teheran dan mencegah konfrontasi militer baru. AS telah mengerahkan kapal induk kedua ke kawasan tersebut dan sedang bersiap menghadapi kemungkinan kampanye militer berkepanjangan jika perundingan tidak berhasil, kata para pejabat AS kepada Reuters. (YS)