AS pertimbangkan izin penjualan chip H200 Nvidia ke China

Sabtu, 22 November 2025

image

WASHINGTON - Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk memberikan izin penjualan chip kecerdasan buatan H200 buatan Nvidia ke China, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.Dilansir reuters.com, menurut seorang sumber langkah ini muncul di tengah meredanya ketegangan bilateral, yang meningkatkan prospek ekspor teknologi canggih AS ke China.Departemen Perdagangan AS, yang mengawasi kontrol ekspor, sedang meninjau kebijakan yang melarang penjualan chip tersebut ke China, kata sumber tersebut, seraya menekankan bahwa rencana ini masih bisa berubah.Gedung Putih dan Departemen Perdagangan AS belum memberikan komentar terkait kemungkinan izin tersebut menandakan pendekatan yang lebih bersahabat terhadap China, menyusul kesepakatan gencatan perang perdagangan dan perang teknologi yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan bulan lalu.Namun, para pengamat yang hawkish terhadap China di Washington khawatir bahwa pengiriman chip AI canggih ke China dapat memperkuat kemampuan militer Beijing.Kekhawatiran ini sebelumnya mendorong pemerintahan Biden menetapkan batasan ekspor chip AI canggih ke China.

Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, menyatakan perusahaannya saat ini diblokir untuk menjual chip AI ke China, karena baik Washington maupun Beijing memberlakukan pembatasan pada penjualan ke pasar semikonduktor terbesar di dunia, menurut laporan Business Times (9/11).Huang tiba di Taiwan pada Jumat (7/11) untuk pertemuan dengan mitra lama, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, setelah tur global yang diwarnai komentar kontroversial tentang perlombaan AI antara Amerika Serikat dan China.CEO Nvidia itu menekankan kemampuan China dalam teknologi AI, dikutip dari laporan Business Times, dengan memprediksi China akan menang dalam kompetisi tersebut karena biaya energi yang lebih rendah dan regulasi yang lebih menguntungkan. Ia menambahkan bahwa komentarnya hanya untuk menunjukkan keunggulan teknologi negara Asia itu. (DK)