Trump: Kapal induk USS Gerald Ford menyusul USS Abraham Lincoln
Senin, 16 Februari 2026

WASHINGTON - Amerika Serikat mengirimkan kelompok kapal induk kedua ke Timur Tengah, menurut seorang pejabat senior pemerintahan dan tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap Iran, meski Presiden Donald Trump menegaskan jalur diplomasi dengan Teheran tetap dibuka.
Seperti dikutip cnn.com, kapal induk USS Gerald Ford diberangkatkan ke kawasan tersebut untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln. Trump mengatakan, pengiriman armada tambahan ini bersifat antisipatif jika perundingan tidak membuahkan kesepakatan.
“Jika kami tidak membuat kesepakatan, kami akan membutuhkannya,” ujarnya, seraya menambahkan kapal-kapal itu bisa ditarik kembali bila diplomasi berhasil.
Kelompok tempur kapal induk Ford, yang disebut sebagai yang paling canggih milik AS, sebelumnya berada di Laut Karibia selama beberapa bulan, seiring kampanye AS di Venezuela yang mencakup operasi terhadap kapal-kapal narkotika.
Kini, armada tersebut akan memperluas opsi Washington untuk potensi serangan terhadap Iran. Langkah ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
Perubahan postur militer ini terjadi meski Trump baru-baru ini menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa ia berniat terus mengejar kesepakatan dengan Iran.
Trump bahkan berharap kesepakatan dapat tercapai dalam sebulan ke depan, meski ia tidak menutup kemungkinan memerintahkan serangan baru dan telah menginstruksikan penguatan aset militer AS di kawasan.
Sementara itu, USS Abraham Lincoln telah tiba di Samudra Hindia bulan lalu dan kemudian berlayar di Laut Arab, sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran. Dalam salah satu insiden, kapal induk tersebut dilaporkan menembak jatuh sebuah drone Iran.
Di sisi diplomasi, delegasi AS dan Iran bertemu awal bulan ini di Oman untuk putaran pertama perundingan sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran tahun lalu.
Usai perundingan, utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, mengunjungi USS Abraham Lincoln.
Juru bicara Komando Selatan AS (SOUTHCOM) menegaskan perubahan postur kekuatan ini tidak akan mengurangi kemampuan militer AS di Karibia.
“Meski postur kekuatan berevolusi, kemampuan operasional kami tidak berkurang. Pasukan SOUTHCOM tetap siap memproyeksikan kekuatan dan melindungi kepentingan AS,” ujarnya kepada CNN. (DK)
Terkait: Trump mengaku sulit capai kesepakatan dengan Iran, AS siapkan perang?