Bursa saham Asia lesu menyambut libur Imlek, obligasi menguat

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA ­– Indeks saham Asia cenderung melemah di awal pekan ini, dengan libur perdagangan di sejumlah pasar termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, perdagangan saham di Indonesia libur bertepatan dengan cuti bersama pada Senin (16/2) hari ini dan Hari Raya Imlek 2026 pada Selasa (17/2) besok.

Indeks saham di sejumlah bursa yang masih membuka perdagangan di Asia terpantau melemah hingga pukul 10.00 WIB. Nikkei 225 Jepang turun 0,27%, KLCI Malaysia turun 0,29%, dan PSEi Filipina turun 0,42%.

Sementara indeks Hang Seng menguat tipis 0,25%.

Sepanjang perdagangan pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 3,49% dan tutup di level 8.212,27.

Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah menguat setelah investor optimis akan ada pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), setelah Amerika Serikat (AS) merilis data inflasi yang lebih lunak.

Kenaikan obligasi pemerintah terjadi di Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, menurut data Bloomberg.

“Secara keseluruhan, rilis data inflasi ini tidak akan mengubah kebijakan The Fed. Namun hal ini akan mempermudah jalan bagi pemangkasan suku bunga secepat mungkin,” kata Chief of Investment Premier Miton Investors, Neil Birrel.

Di pasar uang, indeks dolar tak berubah signifikan. Yen Jepang turun 0,2%.

Sedangkan di pasar kripto, harga bitcoin turun 0,4% ke US$68.572,6 dan ethereum naik 0,2% ke US$1.962,61.

Bursa komoditas bergerak variatif, dengan kenaikan harga minyak mentah WTI 0,10% ke US$62,95 per barel. Namun harga gas alam tuurn 6,97% ke US$3,02 per MMBTu.

Harga emas di pasar spot turun 0,85% ke level US$4.996,3 per troi ons. Sedangkan harga perak turun 3,12% ke US$75,53 per troi ons. (KR)