BBNI bidik pertumbuhan kredit double digit usai laba tertekan di 2025

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan penyaluran kredit tumbuh 8-10% pada 2026, meskipun realisasi kredit pada 2025 melebihi ekspektasi.

Sepanjang tahun buku 2025, BBNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp889,53 triliun. Realisasi ini meningkat 15,9% secara tahunan, dan melebihi target pertumbuhan yang ditetapkan yaitu sebesar 8-10% dari Rp775,87 triliun pada 2024

Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BBNI pada 2025 mencapai Rp1.040,8 triliun, meningkat 29,2% dari Rp805,51 triliun pada 2024.

Di sisi lain, Net Interest Margin (NIM) BBNI pada 2025 juga meningkat jadi 3,8%. Realisasi ini juga melebihi target pertumbuhan NIM, yang ditetapkan sekitar 3,7%.

Namun biaya kredit perbankan yang dikeluarkan BBNI sedikit meningkat jadi 1,15% pada 2025, lebih tinggi di atas target yang ditetapkan pada kisaran 1%.

Laba bersih BBNI pun terpantau melambat yaitu sebesar Rp20,04 triliun pada 2025, lebih rendah 6,6% dari Rp21,46 triliun pada tahun buku 2024.

Perolehan laba bersih tersebut membuat Earning Per Share (EPS) BBNI pada 2025 berada di level Rp537 per lembar, sedikit lebih rendah dari Rp576 per lembar pada 2024.

Meskipun laba bersihnya tertekan, kualitas aset yang dikelola BBNI menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dari rasio Non Performing Loan (NPL) Gross yang bertahan di level 1,9% pada 2025, lebih rendah dari 2% pada 2024.

Pada perdagangan Jumat (13/2) lalu, harga saham BBNI turun 0,67% ke level Rp4.480 per lembar. Berdasarkan EPS terbaru, Price to Earning (PE) Ratio saham emiten bank milik pemerintah Indonesia ini kini berada di level 10,25. (KR)