BMRI sasar kredit naik 7–9% di 2026, lebih rendah usai ditinggal BRIS

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memasang target pertumbuhan kredit tahun 2026 di kisaran 7–9%, jauh lebih rendah dari realisasi penyaluran kredit di 2025 yang menyentuh 13,4% secara tahunan.

Berdasarkan keterangan resmi Persroan, BMRI membukukan penyaluran kredit sebesar Rp1.895 triliun di sepanjang tahun 2025, meski laba bersih hanya merangkak tipis 0,92% menjadi Rp56,30 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan ini didorong lonjakan pilar utama kredit BMRI, yaitu segmen korporat dan komersial, hingga masing-masing 23,1% dan 12,1%.

Selain dua segmen tersebut, pertumbuhan kredit BMRI juga ditopang kinerja anak-anak usahanya, tumbuh 10,6%, termasuk kredit yang disalurkan Mandiri Taspen, Mandiri Tunas Finance, Mandiri Utama Finance, hingga PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS).

BRIS sendiri menyumbang 16,83% terhadap total kredit BMRI per 2025 atau sebesar Rp318,84 triliun.

Sementara itu, dengan kepemilikan 51,47% atas BRIS, bank syariah ini juga memberikan kontribusi laba bersih hingga Rp3,90 triliun kepada BMRI pada tahun 2025.

Namun, sebagai catatan, BRIS kini telah resmi beroperasi secara mandiri, menyandang status “Persero” per 23 Januari 2026 lalu.

Setelah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, BRIS kini berada di bawah kendali langsung Danantara Indonesia, dan bukan lagi tercatat sebagai entitas anak BMRI, melainkan entitas asosiasi.

Dengan demikian, aset BMRI pun akan menyusut pasca spin-off BRIS. Per 2025, BMRI mencatat pertumbuhan aset hingga 16,6% menjadi Rp2.829 triliun, sedangkan aset BRIS tercatat Rp456,21 triliun.

Sebagai catatan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BMRI melonjak 23,9% per Desember 2025, membuat loan-to-deposit ratio (LDR) merosot ke level 88,9%.

Untuk tahun 2026, BMRI juga akan berupaya menekan LDR di bawah 95% “untuk mempertahankan disiplin pendanaan.” Sementara itu, BMRI juga mempertahankan Net Interest Margin (NIM) di level 4,6–4,8%.

“Ini mencerminkan tekanan yang terus berlanjut pada imbal hasil pinjaman di tengah tren pendanaan yang kompetitif, terutama di segmen wholesale, juga proyeksi pemangkasan suku bunga hingga 50 bps tahun ini,” tulis manajemen BMRI dalam Corporate Presentation FY 2025 Bank Mandiri. (ZH)