DEWA rampungkan buyback, harga saham naik 51,22%

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) merampungkan aksi pembelian kembali sahamnya (buyback) pada Jumat (13/2) pekan lalu, lebih cepat dari target penyelesaian awal pada 19 Februari 2026.

DEWA telah melaporkan pembelian kembali saham dalam 10 kali transaksi, mulai dari transaksi pertama pada 10 Desember 2025 hingga transaksi terakhir pada 13 Februari 2026.

“Total saham yang dibeli kembali adalah sebanyak 1.638.793.874 lembar saham, atau sebesar 4,03% dari modal ditempatkan dan disetor,” tulis Mukson Arif Rosyidi, Direktur dan Corporate Secretary DEWA, dalam keterangan resmi, Jumat (13/2).

DEWA menggelontorkan Rp949,99 miliar untuk aksi korporasi ini, atau 99,99% dari alokasi buyback yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp950 miliar.

Sebagai catatan, DEWA awalnya menetapkan anggaran buyback sebesar Rp1,66 triliun, yang kemudian direvisi turun menjadi Rp950 miliar pada 10 Desember 2025.

Dengan demikian, harga rata-rata buyback saham DEWA berada di kisaran Rp579,7 per lembar, atau 6,5% lebih rendah dari harga penutupan DEWA pada Jumat (13/2) di level Rp620.

Di sisi lain, harga saham DEWA sudah meroket hingga 51,22% sejak penutupan transaksi pada hari pengumuman aksi buyback, yaitu 18 November 2025.

Sepanjang periode buyback, saham DEWA terpantau mencetak harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang baru pada 9 Januari 2026, di level Rp810.

Dalam setahun terakhir, emiten kontraktor tambang afiliasi Grup Bakrie ini juga membukukan lonjakan harga saham hingga 359,26%.

Pasar tampak telah mengendus pergerakan agresif saham ini, membawa jumlah pemegang saham naik hingga nyaris 4 kali lipat dalam tiga bulan, dari 52,35 ribu per Oktober 2025 menjadi 207,86 ribu pada akhir Januari 2025.

Hingga akhir Januari 2025, saham treasury DEWA tercatat di level 2,9%, dengan porsi free float turun tipis menjadi 61,66%, dan Nirwan Dermawan Bakrie sebagai penerima manfaat akhir kepemilikan saham. (ZH)