AirAsia incar pencatatan nasdaq lewat backdoor listing tahun Ini

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA — Pendiri Tony Fernandes menyatakan unit bisnis branding AirAsia semakin mendekati realisasi pencatatan saham di Nasdaq melalui skema backdoor listing.

[[ Unit bisnis branding yang dimaksud bukan merupakan bisnis penerbangan. Entitas ini tidak mengoperasikan pesawat, menjual tiket, maupun mengelola bandara. Fokus utamanya adalah monetisasi merek AirAsia, mencakup reputasi, identitas, kepercayaan pasar, serta asosiasi sebagai maskapai berbiaya rendah yang efisien dan berorientasi regional. ]]

Melalui unit ini, AirAsia dapat menghasilkan pendapatan dari berbagai sumber, antara lain lisensi merek bagi maskapai atau perusahaan lain yang ingin menggunakan nama AirAsia, konsultasi brand dan operasional terkait pengembangan model low-cost carrier (LCC), serta kolaborasi komersial dan skema waralaba.

Proses pencatatan saham dilakukan dengan menggabungkan unit bisnis branding tersebut ke perusahaan yang telah tercatat di bursa Amerika Serikat. Valuasi entitas hasil penggabungan diperkirakan mencapai US$1,5 miliar.

Dikutip dari Bloomberg, Fernandes menyebutkan pengumuman transaksi berpotensi dilakukan dalam dua bulan ke depan, sementara saham entitas hasil merger ditargetkan mulai diperdagangkan pada kuartal III tahun ini.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari rencana yang telah disampaikan dua tahun lalu, namun sempat tertunda akibat kendala pemenuhan persyaratan pencatatan Nasdaq.

Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi pencatatan saham pertama Fernandes di luar Malaysia, setelah sebelumnya menyatukan seluruh bisnis maskapai di bawah satu struktur korporasi.

Fernandes menegaskan bahwa kekuatan merek AirAsia membuka peluang bisnis baru, khususnya dari maskapai lain di kawasan ASEAN yang tertarik memanfaatkan keahlian dan nilai komersial merek tersebut. “Kita bisa memesan apa saja dari AirAsia,” ujar Fernandes.

Ke depan, Fernandes juga menargetkan seluruh bisnis non-penerbangan untuk dicatatkan secara terpisah di bawah perusahaan induk Capital A Bhd, sejalan dengan agenda restrukturisasi dan diversifikasi sumber pendapatan grup. (DH)