Setelah 5 tahun, CEO INA Ridha Wirakusumah mundur

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA – Dr. Ridha D. M. Wirakusumah, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Investment Authority (INA), mengakhiri masa jabatannya pada 15 Februari 2026.

Mengutip DealStreetAsia, Ridha telah mengonfirmasi bahwa Jumat (13/2) pekan lalu adalah hari terakhir ia menjabat sebagai pimpinan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia tersebut.

Ridha Wirakusumah bukanlah sosok asing di dunia keuangan dan investasi. Sebelum ia ditunjuk sebagai CEO INA pada Februari 2021, ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada periode tahun 2016-2021.

Ia juga pernah memangku posisi Direktur KKR Hong Kong pada 2011 – 2014, serta Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) pada periode 2009 – 2011.

Selain itu, ia memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai CEO Asia Pasifik untuk AIG dan GE Capital pada akhir 90-an hingga awal 2000.

IDNFinancials.com sebelumnya melaporkan bahwa usai pembentukan Danantara, INA siap beralih ke proyek-proyek swasta, mengambil peran sebagai mitra investor global di sektor-sektor strategis, termasuk data centre, EBT, hingga logam tanah jarang.

Salah satu proyek besar yang diinisiasi INA di bawah kepemimpinan Ridha adalah pembangunan kampus data centre bersama Day One asal Singapura di Nongsa Digital Park, Batam pada tahun lalu, yang merupakan aksi investasi pertama INA di sektor pengembangan data centre.

Namun, Ridha mengaku tidak akan membenamkan investasi semata-mata berdasaran tren, melainkan harus memberikan dampak yang nyata bagi Indonesia.

Dengan mundurnya Ridha, maka posisinya sementara akan diisi oleh Chief Financial Officer (CFO) INA, Eddy Porwanto, sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) CEO INA. (ZH)