Saham DSSA melandai setelah dua pekan umumkan stock split

Senin, 16 Februari 2026

image

JAKARTA – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 4,72% setelah dua pekan rencana pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:25 diumumkan kepada investor.

Data yang dihimpun pada Senin (16/2), harga saham emiten ini terkoreksi Rp675 menjadi Rp94.325 di penutupan transaksi sesi II, Jumat (13/2). Harga ini lebih rendah Rp4.675 dari saat penutupan sesi II pada (30/1) di level Rp99.000, hari pertama rencana stock split diumumkan oleh DSSA.

Meski harga sahamnya melandai, namun dari sisi volume dan frekuensi transaksi saham tercatat lebih rendah dari sebelumnya. Pada (13/2), volume saham diperdagangkan sebanyak 2,08 juta dalam 2.872 kali transaksi, senilai Rp194,73 miliar. Sementara pada (30/1), volume transaksi tercatat 2,56 juta dalam 6.854 kali senilai Rp247,21 miliar.

Dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (16/2), Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan DSSA menyampaikan bahwa stock split ditujukan guna meningkatkan jumlah lembar saham beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.

Pemecahan nominal saham itu untuk menjangkau basis investor yang lebih luas, sehingga diharapkan mencerminkan praktik tata kelola perusahaan yang lebih baik, termasuk meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas perusahaan sebagai perusahaan terbuka.

Selain itu, Susan menyampaikan bahwa stock split akan mendorong peningkatan volume perdagangan saham sehingga likuiditas saham DSSA di pasar lebih baik.

Seperti diketahui, nominal saham DSSA saat ini Rp25 per saham dan nantinya setelah stock split menjadi Rp1 per lembar. Jumlah saham dari 7,70 miliar nantinya menjadi 192,63 miliar lembar. (LK)