Coinbase rugi US$667 juta, pasar kripto memasuki titik tengah bearish?
Selasa, 17 Februari 2026

JAKARTA — Coinbase Global membukukan rugi bersih sebesar US$667 juta pada kuartal IV, seiring pelemahan tajam pasar kripto. Kinerja ini berbalik dari laba US$1,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan turun 20% menjadi US$1,8 miliar, lebih dalam dari perkiraan analis. Penurunan harga aset digital menekan aktivitas perdagangan dan memaksa perusahaan menurunkan valuasi kepemilikan kriptonya.
Dikutip dari The Straits Times, tekanan kinerja Coinbase terjadi seiring dengan bitcoin yang anjlok hampir 50% dari puncak Oktober, yang melemahkan partisipasi trader ritel.
Saham Coinbase sendiri telah merosot hampir 37% sepanjang 2026.
Kondisi ini mencerminkan pola pengetatan yang lazim muncul dalam siklus penurunan kripto.
Sejumlah bursa pesaing juga mengalami tekanan serupa. Gemini dan Space Station dikabarkan berencana memangkas hingga 25% karyawan serta mengurangi operasi internasional. Kraken melaporkan penurunan pendapatan kuartalan dan ditinggal Direktur Keuangannya, sementara Robinhood Markets mencatat penurunan 38% pendapatan dari perdagangan kripto.
Coinbase menilai posisinya kini berbeda dibandingkan siklus sebelumnya. Perusahaan mulai mengurangi ketergantungan pada perdagangan spot melalui akuisisi Deribit, serta memperluas bisnis ke perdagangan saham dan pasar prediksi. Analis menilai diversifikasi ini berpotensi memberikan stabilitas pendapatan jangka menengah.
Kontributor pendapatan lain datang dari stablecoin. Pendapatan berbasis bagi hasil dari US$ Coin, yang diterbitkan oleh Circle Internet Group, dinilai lebih stabil dan memiliki margin lebih tinggi.
Namun, draf regulasi stablecoin di Washington berpotensi membatasi insentif atas saldo stablecoin, yang dapat memengaruhi skema bagi hasil tersebut. Pada Januari lalu, CEO Coinbase Brian Armstrong menarik dukungan terhadap rancangan undang-undang tersebut, meski dialog dengan pemerintah masih terus berlangsung.
Analis Clear Street, Owen Lau, menilai kondisi pasar saat ini menyerupai koreksi pertengahan siklus. “Tanpa euforia baru dan rekor volume baru, kondisi saat ini lebih konsisten dengan kemunduran di pertengahan siklus dibandingkan musim dingin kripto penuh,” tulisnya.
Peneliti Kaiko menyebut situasi saat ini sebagai titik tengah pasar bearish (midpoint of a bear market), yang ditandai dengan melemahnya sentimen dan volume perdagangan, namun belum mencapai fase kepanikan atau pembalikan arah pasar. (DH)