BYD salip Tesla jadi penjual EV terbesar dunia 2025

Selasa, 17 Februari 2026

image

JAKARTA – Dominasi Tesla sebagai raja kendaraan listrik (EV) global resmi runtuh pada tahun 2025. Pabrikan otomotif asal China, BYD, berhasil mengkudeta posisi perusahaan milik Elon Musk tersebut sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia, memanfaatkan kombinasi antara kelesuan pasar Amerika Serikat dan rekor penjualan domestik mereka sendiri.

Dikutip dari Times of India (12/2/2026), Tesla melaporkan kinerja kuartal keempat tahun 2025 yang jauh di bawah ekspektasi pasar.

Perusahaan yang berbasis di AS ini hanya mampu mengirimkan 418.227 kendaraan pada tiga bulan terakhir tahun tersebut, meleset dari konsensus analis yang dihimpun FactSet sebesar 449.000 unit. Kegagalan di kuartal akhir ini menjadikan total penjualan tahunan Tesla tertahan di angka sekitar 1,64 juta unit.

Sebaliknya, BYD mencatatkan sejarah baru. Sehari sebelum pengumuman Tesla, perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut mengumumkan rekor penjualan mobil listrik murni (battery electric vehicles) sebesar 2,26 juta unit sepanjang tahun 2025. Angka ini memberikan BYD keunggulan mutlak atas rival Amerikanya tersebut dalam basis tahunan.

Para analis industri menyoroti dua faktor utama yang memukul Tesla.

Pertama, adalah kebijakan fiskal di pasar domestik. Permintaan kendaraan listrik di AS masih berjuang menyesuaikan diri setelah insentif kredit pajak federal senilai 7.500 dolar AS (sekitar Rp117 juta) resmi dicabut pada akhir September 2025. Hilangnya subsidi ini membuat harga mobil Tesla menjadi kurang kompetitif bagi konsumen kelas menengah.

Kedua,  adalah masalah yang lebih sensitif, citra publik. Laporan tersebut mencatat bahwa Tesla telah menghadapi perlambatan penjualan di pasar-pasar kunci bahkan sebelum insentif pajak berakhir. Penurunan ini terjadi di tengah reaksi keras publik (backlash) yang terkait dengan sikap politik CEO Elon Musk, termasuk dukungan vokalnya terhadap Presiden AS Donald Trump dan tokoh-tokoh sayap kanan lainnya.

Hal tersebut memperburuk posisi Tesla yang kini harus bertarung menghadapi kompetisi yang kian intensif, tidak hanya dari BYD dan pabrikan China, tetapi juga dari kebangkitan produsen otomotif Eropa. (SF)