AS dekati penerapan Basel endgame, bank-bank global bakal terdampak?

Selasa, 17 Februari 2026

image

JAKARTA – Regulator perbankan Amerika Serikat semakin dekat dengan pengajuan aturan baru terkait standar permodalan bank besar, yang dikenal sebagai Basel endgame.

Langkah ini tercermin dari pengajuan proposal oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC) kepada Office of Management and Budget (OMB) untuk proses peninjauan.

Dikutip dari Reuters, dokumen yang tercatat di Office of Information and Regulatory Affairs menyebut pengajuan tersebut terkait aturan “Modal Regulasi dan Pendekatan Terstandarisasi untuk Aset Tertimbang Risiko”.

Namun, proposal tersebut belum memuat rincian kebijakan maupun jadwal penerapan.

Penyusunan aturan ini menjadi sorotan industri perbankan AS. Sebelumnya, bank-bank besar menolak keras upaya di era pemerintahan Joe Biden, yang dinilai akan menaikkan kebutuhan modal secara signifikan dan berpotensi menekan profitabilitas serta kemampuan penyaluran kredit.

Aturan Basel sendiri merupakan standar global yang disusun oleh Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) untuk memperkuat ketahanan sistem perbankan. Versi terakhirnya, Basel III, menekankan peningkatan kualitas modal, pengukuran risiko yang lebih ketat, serta penyangga modal bagi bank sistemik.

Di Amerika, penerapan penuh Basel III sempat tertunda akibat perbedaan pandangan antara regulator dan industri.

Hingga kini, Federal Reserve belum tercatat mengajukan proposal serupa, meski lembaga tersebut memiliki peran utama dalam perumusan aturan Basel bersama FDIC dan OCC. Juru bicara ketiga lembaga tidak memberikan komentar terkait perkembangan terbaru.

Sebelumnya, Wakil Ketua The Fed bidang pengawasan, Michelle Bowman, menyatakan regulator menargetkan pengajuan paket aturan Basel yang direvisi pada awal 2026. Jika disahkan, aturan ini akan menjadi dasar baru penentuan risiko dan kebutuhan modal bagi bank-bank besar di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, aturan Basel III Endgame tetap dipengaruhi oleh dinamika peraturan di AS karena peran negara itu sebagai pusat keuangan dunia.

Perubahan kebijakan perbankan atau persyaratan modal di AS dapat menjadi preseden bagi praktik global, sehingga bank di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, perlu menyesuaikan diri agar tetap diakui secara internasional dan menjaga akses ke pasar keuangan global.

Penerapan standar ini memengaruhi metodologi perhitungan modal inti serta penilaian risiko pasar dan operasional semua bank. Perkembangan ini menjadi indikator bagi manajemen bank untuk melakukan analisis celah (gap analysis) terhadap struktur permodalan saat ini.

Sinkronisasi standar global oleh otoritas lokal biasanya memicu penyesuaian pada rasio penyangga modal (capital buffer) dan bobot risiko aset. Bank yang tidak menyesuaikan diri berpotensi menghadapi biaya pinjaman lebih tinggi atau keterbatasan akses ke pasar modal internasional. (DH)